Buletin Ilmiah IMPAS Volumen 22 No. 3 Edisi November 2021 p-ISSN : 0853-7771 e-ISSN : 2714-8459 Djala, et all., Pengembangan Komoditas Tanaman Pangan Pokok ……… Page 279 PENGEMBANGAN KOMODITAS TANAMAN PANGAN POKOK SEHUBUNGAN DENGAN PERKEMBANGAN PERMUKIMAN KAWASAN IBUKOTA KABUPATEN KUPANG (Development of Principal Food Plant Commodities in Connection with Growth of Settlements of the Capital Area Kupang District) Elton R. Marabi Djala, Ida Nurwiana, Fidelis Klau Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Nusa Cendana Kupang Alamat Korespondensi: ethovirgo06@gmail.com Diterima : 20 September 2021 Disetujui : 12 Oktober 2021 ABSTRAK Penelitian ini telah dilakukan di Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang dengan tujuan untuk mengetahui komoditas unggulan tanaman pangan pokok dan menganalisis dinamika zona lahan tanaman pangan pokok sebagai akibat perubahan kawasan permukiman (perumahan dan infrastrukturnya) tahun 2013 dan 2018 dengan menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG). Hasil penelitian menunjukkan bawa Padi dan kacang hijau merupakan komoditas unggulan tanaman pokok di Kecamatan Kupang Timur dengan rata-rata koefisien LQ sebesar 2,36 untuk Padi dan 1,29 untuk Kacang Hijau dengan asumsi bila tidak ada perubahan teknologi. Dinamika zona lahan komoditas tanaman pangan pokok di Kecamatan Kupang Timur periode tahun 2013 dan 2018, menunjukkan perubahan penggunaan lahan permukiman seluas 1.104,37 Ha atau laju pertumbuhan permukiman naik sebesar 0,084% sedangkan laju penurunan lahan pertanian tanaman pangan pokok sebesar 0,0095 % yang berarti laju peningkatan permukiman lebih cepat dibanding laju penurunan lahan pertanian tanaman pangan pokok. Kata Kunci: analisis lq, dinamika zona lahan tanaman pangan pokok, komoditas unggulan. ABSTRACT This research has been conducted in East Kupang District, Kupang Regency with the aim of knowing the superior staple food crop commodities and analyzing the zone dynamics of staple food crops as a result of changes in residential areas (housing and infrastructure) in 2013 and 2018 using the Geographical Information System (GIS). . The results showed that rice and green beans were the main staple crops in East Kupang District with an average LQ coefficient of 2.36 for rice and 1.29 for green beans, assuming there was no change in technology. The dynamics of the land zone for staple food crop commodities in East Kupang Subdistrict in the period 2013 and 2018, showed changes in residential land use covering an area of 1,104.37 hectares or the growth rate for settlements increased by 0.084% while the rate of decline in agricultural land for staple food crops was 0.0095% which means the rate of settlement increase is faster than the rate of decline in agricultural land for staple food crops. Keywords: LQ analysis, leading commodities, zone dynamics of staple food crops. PENDAHULUAN Pembangunan ekonomi regional merupakan suatu upaya atau proses untuk mengelola sumberdaya alam yang ada di suatu wilayah guna menciptakan lapangan kerja dan merangsang perkembangan kegiatan ekonomi di wilayah tersebut. Prinsip utama pembangunan ekonomi regional adalah perbaikan, pertumbuhan dan perubahan.Pembangunan dan atau pengembangan di suatu wilayah, sejatinya ditujukan untuk menumbuhkembangkan perekonomian masyarakat di suatu wilayah dengan harapan agar taraf hidup dan pendapatan masyarakat di wilayah tersebut dapat meningkat sehingga masyarakatnya dapat hidup berkecukupan dan sejahtera.Sejalan dengan itu, pengembangan sektorunggulan di suatu wilayah sangat penting dengan tujuan untuk meningkatkan perekonomian serta taraf hidup masyarakat setempat(Bhinadi, 1997). Secara teoritis struktur ekonomi sebuah wilayah dapat dilihat dari berbagai aspek tinjauan.(Dumairy, 2010) membagi struktur ekonomi berdasarkan empat tinjauan. Pertama, berdasarkan tinjauan makro sektoral, yang membagi perekonomian menjadi struktur agraris (agriculture). Industrial (industrial) atau niaga (commerce), tergantung pada sektor apa yang menjadi tulang punggung perekonomian suatu