1 Alumni Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta 2 Fakultas Pertanian Gadjah Mada, Yogyakarta 3 Peneliti Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, Bogor Pertumbuhan, Hasil dan Mutu Minyak Atsiri 16 Aksesi Nilam (Pogostemon cablin Benth.) Dipanen pada Umur yang Berbeda Growth, Yield and Quality of Essential Oils 16 Accession Patchouli (Pogostemon cablin benth.) Harvested at Different Age Nurul Suryani 1 , Sri Muhartini 2 , Endang Hadipoentyanti 3 INTISARI Tanaman nilam adalah salah satu tanaman penghasil minyak atsiri yang potensial dikembangkan di Indonesia. Minyak nilam atau biasa disebut patchouli oil memiliki banyak manfaat seperti sebagai bahan baku industri parfum, farmasi, kosmetik, dan kimia lainnya. Indonesia termasuk salah satu pemasok minyak nilam terbesar di dunia, dengan potensi tersebut, perlu dilakukan peningkatan dan pengembangan, salah satunya dilakukan kerja sama dan percepatan masa panen guna meningkatkan pendapatan petani dan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan, hasil, dan mutu minyak atsiri 16 aksesi nilam, serta mengetahui aksesi nilam yang memiliki hasil dan mutu terbaik pada umur panen yang berbeda. Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan Cimanggu, Balittro, Bogor, pada bulan April sampai September 2010. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan perlakuan 15 aksesi nilam dan satu varietas Sidikalang sebagai pembanding dan perlakuan umur panen (3, 4 dan 5 bst), dalam 2 blok sebagai ulangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil terna tertinggi terdapat pada aksesi CLP dan PWK 1 yang dipanen pada umur 4 bst, serta aksesi BRS dan CLP menghasilkan kadar minyak dan patchouli alkohol tertinggi, serta memenuhi kriteria persyaratan mutu menurut SNI. Kata kunci : Nilam, minyak nilam, patchouli alkohol, umur panen ABSTRACT Patchouli is one of the developed potential plants in Indonesia, which is produce the essential oil as known as a patchouli oil. Patchouli oil has many advantages such as raw materials perfume industry, pharmaceutical, cosmetics, and other chemicals industry. The largest world supplier of patchouli oil was Indonesia therefor needs to be improvement and development, one of which carried out the cooperation and the shortening of the harvest time to increase farmer and household incomes. This research aims is to know the yield potential and quality of 16 accessions of patchouli plant, and to know which patchouli accessions has the highest yield and quality at different harvest time. This research conducted in Cimanggu, Indonesian Medicinal and Aromatic Crops Research Institute (IMACRI), Bogor, at April until Septeber 2010. This research arranged in Randomized Complete Block Design (RCBD) with two replication and two treatments. The treatments were 16 accessions of patchouli plant including Sidikalang as a check variety and different harvest time (3, 4 and 5 month). The results showed that CLP and PWK 1 accession have the highest yield potential which harvested at 4 month. BRS and CLP accession produce the