Sport Science and Health, 3(6), 2021, 335342 ISSN: 2715-3886 (online) DOI: 10.17977/um062v3i62021p335-342 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License. Survei Tingkat Kondisi Fisik Peserta Ekstrakurikuler Futsal Putri SMA Negeri 2 Batu Wildan Wimba Bastian*, Eko Hariyanto Universitas Negeri Malang, Jl. Semarang No. 5 Malang, Jawa Timur, Indonesia *Penulis korespondensi, Surel: wildanwimba@gmail.com Paper received: 24-5-2021; revised: 14-6-2021; accepted: 21-6-2021 Abstrak Olahraga futsal bukan hanya teknik dan taktik saja yang diperlukan, melainkan juga kondisi fisik yang baik. Demikian juga pada kegiatan ekstrakurikuler futsal putri SMA Negeri 2 Batu, kondisi fisik yang buruk akan berdampak terhadap penampilan teknik dan taktik peserta. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kondisi fisik peserta ekstrakurikuler futsal putri SMA Negeri 2 Batu. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif menggunakan metode survei dengan pengumpulan data menggunakan tes dan pengukuran. Hasil keseluruhan kondisi fisik peserta ekstrakurikuler futsal putri SMA Negeri 2 Batu yaitu terdapat dua unsur yang menunjukkan kategori “Rata -rata” yaitu kelincahan dan kelentukan, sedangkan unsur daya tahan, kecepatan dan daya ledak menunjukkan kategori “Di bawah rata-rata” dan “kurang”. Dari lima unsur kondisi fisik dapat disimpulkan bahwa kondisi fisik menunjukkan kategori “Cukup”. Kata kunci: kondisi fisik; futsal; ekstrakurikuler 1. Pendahuluan Olahraga merupakan aktivitas yang banyak digemari oleh masyarakat luas, karena olahraga memiliki banyak manfaat untuk fisik seseorang. Latihan olahraga aerobik bermanfaat untuk meningkatkan kebugaran fisik (Palar, Wongkar, & Ticoalu, 2015). Seiring perkembangan zaman, olahraga di Indonesia berkembang dengan cepat. Banyaknya cabang olahraga baru yang berkembang di lingkungan masyarakat Indonesia adalah menjadi salah satu bukti. Cabang olahraga baru yang berkembang di Indonesia adalah futsal. Futsal terdiri dari kata futbol sala dalam bahasa Spanyol berarti sepakbola dimainkan di dalam ruangan (Lhaksana, 2011). Futsal adalah aktivitas permainan invasi (invasion games) yang dimainkan oleh lima orang dalam satu tim dengan durasi waktu tertentu dan dimainkan di lapangan yang memiliki gawang serta menggunakan bola yang memiliki ukuran lebih kecil daripada sepakbola dan mengandalkan kecepatan bergerak seseorang pemain dimana tim pemenang adalah yang lebih banyak mencetak gol. Olahraga futsal mulai merambah ke Indonesia pada tahun 2002. Olahraga futsal mulai masuk dalam lingkungan sekolah, kampus, sampai perusahaan. Dari waktu ke waktu permainan ini mulai digemari oleh masyarakat khususnya pelajar dan Mahasiswa karena permainannya yang sederhana dan menyenangkan. Seiring perkembangan zaman, futsal mulai memasuki dunia pendidikan. Sehingga banyak sekolah di Indonesia yang mengadakan ekstrakurikuler futsal sebagai sarana dalam menyalurkan bakat dan minat peserta didik dalam bermain futsal. Ekstrakurikuler merupakan kegiatan yang dilakukan di luar jam pembelajaran sekolah berdasarkan bakat dan minat. Sehingga bakat dan minat siswa dapat terus dikembangkan untuk meningkatkan prestasi non- akademik. Kegiatan ekstrakurikuler sangat berpengaruh positif yaitu memberikan motivasi terhadap prestasi belajar. Selain mengembangkan bakat dan minat, kegiatan ekstrakurikuler di sekolah diharapkan kemampuan kognitif, afektif dan psikomotor mengalami peningkatan.