JTKSI, Vol.02 No.03 September 2019 ISSN : 2620-3022 Hal. 94-99 93 Perbandingan Metode Simple Additive Weighting (SAW) dan Weighted Product (WP) Untuk Penilaian Rumah Sehat Panji Andika Pratomo 1 , Miswan Gumanti 2 , Siti Mukodimah 3 1,2,3 Prodi Sistem Informasi STMIK Pringsewu Lampung 1,,2,3 Jl. Wisma Rini No. 09 pringsewu Lampung E-mail : panjiandikap@gmail.com Abstract-Perumahan merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia disamping kebutuhan sandang dan pangan. rumah juga merupakan tempat melepas lelah dan tempat berkumpul bersama keluarga. Kondisi rumah yang baik dan nyaman yang akan membuat keharmonisan sebuah keluarga tersebut. Seringkali masyarakat dihadapkan dengan permasalahan tentang bagaimana cara menentukan sebuah rumah yang sehat. Permasalahan ini dapat diatasi dengan membuat suatu sistem penilaian untuk rumah sehat secara efektif dan efesien. Penggunaan metode perbandingan simple additive weighting dan Weighting Product sering disebut dengan penjumlahan terbobot, perbandingan metode ini digunakan untuk menentukan nilai bobot untuk setiap atribut yang kemudian akan dilanjutkan degan proses perangkingan alternatif terbaik dari sejumlah alternatif. Hasil uji dengan menerapkan beberapa kriteria sebagai kriteria dasar yang dijadikan sebagai acuan pengambilan keputusan penentuan rumah sehat menggunakan metode simple additive weighting dan weighted product dapat dilakukan dengan lebih tepat dan efisien. Dari tabel diatas dapat dilihat hasil penilaian menggunakan metode SAW dan WP, pada perhitungan menggunakan metode SAW nilai tertinggi didapat pada alternatif 11, pada perhitungan menggunakan metode WP nilai tertinggi juga terdapat pada alternatif 11. Keywords: SPK, Rumah Sehat, SAW, WP, Pringsewu. 1. PENDAHULUAN Menurut Depkes RI (2005) rumah sehat adalah proporsi rumah yang memenuhi kriteria sehat minimum komponen rumah dan sarana sanitasi dari 3 komponen (rumah, sarana sanitasi dan perilaku) disuatu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu, yang akan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. semakin tinggi derajat kesehatan masyarakat maka tingkat kematian yang disebabkan oleh penyait menular akan menurun. oleh sebab itu dibutuhkannya kerjasama antara pemerintah dan masyarakat dalam rangka menumbuhkan kesadaran akan hidup sehat. Memenuhi persyaratanpencegahan penularan penyakit antar penghuni rumah, penyediaan air bersih, pengolahan tinja dan limbah rumah tangga, bebas vector penyakit tikus, kepadatan penghuni yang berlebihan, cukup sinar matahari pagi, terlindungnya makanan dan minuman dari pencemaran, disamping pencahayaan dan suhuyang cukup.memenuhi persyaratan pencegahan terjadinya kecelakaan baik yang timbul dari pengaruh luar dan dalam rumah[1][2]. Penelitian yang dilakukan oleh Uning Lestari (2017) menggunakan aplikasi dengan metode Simple Additive Weighting hasil penilaian dengan aplikasi sistem SPK ini memberikan informasi tentang ranking kemiskinan berdasarkan kategori : Sangat Miskin, Miskin, Rentan Miskin dan Tidak Miskin. Hasil tersebut kemudian dapat ditampilkan berdasarkan nilai terbesar atau terkecil, sehingga memudahkan pengambil keputusan untuk memilih alternatif terbaik warga yang akan mendapat bantuan dari pemerintah[3]. Secara umum rumah yang dapat dikatakan sebagai Rumah Sehat harus mencangkup kriteria sebagai berikut: (1) Sarana Kesehatan Lingkungan, (2) Keadaan Rumah, (3) Binatang Penular Penyakit, (4) Perkarangan, (5) Perilaku Penghuni Rumah, (6) Keadaan Jamban, (7) Kandang dan, (8) Penyediaan Air Bersih. Pada penelitian ini penulis mencoba menerapkan metode Simple Additive Weighting (SAW) dan Weighted Product (WP) untuk menetukan penilaian rumah sehat dikabupaten pringsewu. Metode Simple Additive Weighting (SAW) sering juga dikenal dengan istilah metode penjumlahan terbobot. Konsep dasar metode Simple Additive Weighting (SAW) adalah mencari penjumlahan terbobot dari rating kinerja pada setiap alternatif pada semua atribut. Sedangkan metode Weighted Product (WP) menggunakan perkalian untuk menghubungkan rating atribut, dimana rating setiap atribut harus dipangkatkan dulu dengan bobot atribut yang bersangkutan. Metode Simple Additive Weighting (SAW) dan Weighted Product (WP) ini dipilih karena metode ini menentukan nilai bobot untuk setiap atribut, kemudian dilanjutkan dengan proses perangkingan yang akan menyeleksi alternatif terbaik