43 KAJIAN EVALUASI LAHAN HUTAN JATI SISTEM BONITA DI KESATUAN PEMANGKUAN HUTAN (KPH) CEPU (The Study of Teak Forest Land Evaluation with Site Quality System in The Forest Unit Management - KPH Cepu) Heru Dwi Riyanto dan/ Uchu Waluya Heri Pahlana Bonita, evaluasi lahan, hutan jati and Site index system, land evaluation, teak forest Balai Penelitian Kehutanan Solo Jl. Jend. A. Yani Pabelan, Surakarta Telp. 0271-716709 ; Fax. 0271-716959 Naskah masuk : 09 September 2011; Naskah diterima : 10 Februari 2012 ABSTRACT Keywords: Land evaluation method using forest inventory was conducted to study the characteristics of teak forest land in relation to teak productivity and degradation of teak forest land This research was aimed at determining the dynamics of the changes of site quality (bonita) in the teak forest in Pasarsore and Cabak Sub Forest Management Units (BKPH), Cepu Forest Management Unit (KPH). The methode used is the site index system approach in which is the tree height and age plant as variable. The Forest inventory data will be tested to find out the relationship between the influence factors of the teak forest land and the stand potential. Site selection studies was considered at an catchment area of Sub Unit Watershed Management (DAS) level while the observation point was determined based on the age stand class (KU) and the site system of teak forests Secondary data to determine the location were obtained from part of the forest management unit (RPKH), KPH Perum Perhutani. The results showed that the sites that have an increase in quality are 12.5%, a decrease are 42.5% and 45% are stillstable condition . Evaluasi lahan dengan menggunakan metode inventarisasi tegakan dilakukan untuk mempelajari karakteristik lahan hutan jati dalam keterkaitannya dengan produktivitas tegakan jati dan kemungkinan terjadinya degradasi sumber daya lahan hutan jati. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dinamika perubahan bonita pada hutan tanaman jati di Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Pasarsore dan Cabak, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Cepu. KPH Cepu. Metode yang digunakan adalah pendekatan bonita dengan parameter peninggi dan umur tanaman. Data hasil inventarisasi tegakan akan diuji korelasi untuk mengetahui hubungan dan pengaruh antara faktor lahan dan faktor potensi tegakan. Pemilihan lokasi kajian dipertimbangkan dalam suatu wilayah tangkapan air dengan tingkatan Sub-Sub DAS sedangkan titik pengamatan ditentukan berdasarkan kelas umur (KU) hutan jati dan bonita. Data sekunder untuk penentuan lokasi diperoleh dari RPKH Bagian Hutan, KPH Perum Perhutani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa areal hutan jati yang mengalami peningkatan bonita sebesar 12,5%, yang mengalami penurunan sebesar 42,5% dan yang tetap sebesar 45% . . ABSTRAK . Kata kunci : I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Usaha penanaman tanaman jati secara komersial telah dimulai sejak jaman kolonial yang dilanjutkan oleh Perum Perhutani pada kawasan hutan negara. Penanaman jati pada kawasan hutan telah dilakukan secara mapan dengan membagi lahan hutan ke dalam petak yang didasarkan atas kelas kualitas lahan yang biasa disebut dengan istilah bonita. Pembonitaan atas kelas kualitas lahan berdasarkan parameter peninggi. Nilai bonita dapat digunakan sebagai