Seminar Nasional Pendidikan Vokasi ke 2 Tahun 2017 PUSAT PENGEMBANGAN PENDIDIKAN VOKASI (PTM-PTB-PTIK) | FKIP-UNS 534 Analisis Green Building Gedung Utama Rumah Sakit Universitas Sebelas Maret Surakarta Dengan Metode Greenship Tunggal Ramdhani 1 , Taufiq Lilo Adi Sucipto 2 , Eko Supri Murtiono 3 , Ahmad Farkhan 4 Pendidikan Teknik Bangunan, Universitas Sebelas Maret 1 ramdhanitunggal@gmail.com Pendidikan Teknik Bangunan, Universitas Sebelas Maret 2 Pendidikan Teknik Bangunan, Universitas Sebelas Maret 3 Teknik Arsitektur, Universitas Sebelas Maret 4 Abstrak Green building merupakan suatu konsep bangunan yang memperhatikan prinsip lingkungan, efisiensi energi, konservasi air, kesehatan dan kenyamanan pengguna gedung maupun masyarakat sekitar gedung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sudah sejauh mana tingkat green building Gedung Utama Rumah Sakit UNS, dengan cara melakukan survey langsung ke lapangan dengan berpedoman pada kriteria standar Greenship Existing Building Version 1.1. Penelitian hanya dilakukan pada kriteria aspek Appropriate Site Development (ASD) yang memiliki 7 sub kriteria dengan poin maksimal 16 poin. Metode penelitian yang digunakan yakni kualitatif deskriptif dengan teknik sampling purposive sampling. Analisis data menggunakan analisis perhitungan sederhana yang menghasilkan persentase ketercapaian pada aspek Appropriate Site Development (ASD). Hasil penelitian menunjukkan persentase sebesar 81,25% dengan poin yang diperoleh sebanyak 13 poin pencapaian rating, dapat disimpulkan bahwa terlihat Gedung Utama Rumah Sakit UNS pada pemenuhan aspek Appropriate Site Development (ASD) Greenship sudah memenuhi beberapa sub kriteria akan tetapi masih ada juga beberapa sub kriteria yang belum terpenuhi. Kata Kunci: Appropriate Site Development (ASD), greenship, green building. 1. Pendahuluan Indonesia saat ini sedang menggalakkan pembangunan di sektor infrastruktur jalan, jembatan, dan pabrik – pabrik industri yang semua itu dimaksudkan nantinya dampak daripada pembangunan tersebut dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat di Indonesia. Dibalik kesuksesan Indonesia mencapai pembangunan, sebenarnya itu berakibat pada krisis lahan hijau atau hilangnya hutan sebagai salah satu dampak pembangunan tersebut. Sebagaimana yang dinyatakan oleh Yudono (2015), “sebanyak 72 persen dari hutan asli Indonesia telah musnah. Akibatnya, luas hutan Indonesia selama 50 tahun terakhir telah berkurang dari 162 juta hektar menjadi 98 juta hektar.” Maka dari itu perlu diperhatikan kembali mengenai penerapan aspek tata guna lahan dalam rangka mencapai pembangunan yang berwawasan lingkungan. Sebagai salah satu inovasi pembangunan, green building merupakan inovasi pembangunan yang berwawasan lingkungan dimana aspek lingkungan jadi fokus utama selain sekedar mendirikan sebuah bangunan. Bangunan Hijau/ green building adalah bangunan (baru) yang direncanakan dan dilaksanakan atau bangunan (sudah berdiri) yang dioperasikan dengan memperhatikan faktor-faktor lingkungan yang mempromosikan : (1) penggunaan lahan yang layak dan berkelanjutan, (2) efisiensi dalam penggunaan sumber air, (3) penghematan energi, penggunaan energi berkelanjutan dan melindungi atmosfir, (4) penghematan bahan bangunan, mereduksi limbah dan tidak mengeksploitasi sumber daya alam, (5) Melindungi dan mempertahankan kualitas udara dalam ruang, untuk menunjang kesehatan penghuni (GBCI, 2010). Konsep ini mulai diterapkan oleh pelaku jasa konstruksi yang ada dan tak terkecuali akademisi perguruan tinggi yang ada di Indonesia saat ini. Konsep green campus, yang juga mencakup aspek green building pun mulai dikembangkan di Universitas Sebelas Maret Surakarta beberapa tahun terakhir ini dengan memperhatikan aspek green building di setiap pembangunan gedung – gedung baru. Akan tetapi sampai saat belum ada gedung - gedung yang ada di Universitas Sebelas Maret Surakarta yang tersertifikasi green building. Maka dari itu perlu adanya kajian implementasi maupun analisis penerapan penilaian kriteria green building pada gedung – gedung di Universitas Sebelas Maret Surakarta, dengan tujuan bisa mengetahui sejauh mana tingkat green building gedung – gedung di Universitas Sebelas Maret Surakarta. Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan acuan langkah pihak perguruan tinggi dalam mewujudkan kampus yang berwawasan green campus. Dengan adanya penelitian analisis green building khususnya di Gedung Utama Rumah Sakit UNS ini diharapkan dapat dijadikan perbandingan untuk mengkaji gedung – gedung yang lain di Universitas Sebelas Maret Surakarta.