JURNAL SAINS DAN SENI ITS Vol. 1, No. 1, (Sept. 2012) ISSN: 2301-928X G-28 AbstrakPertentangan fungsionalitas dan estetika sebuah bangunan TPA berasal dari penanganan sampah menjadi satu hal yang sangat perlu diperhatikan dalam pengelolaan kota, dengan kata lain sampah adalah bagian dari kota. Terkait hal tersebut, maka TPA (Tempat Pembuangan Akhir Sampah) memiliki peran aktif dalam mengatasinya, demikian dengan keberadaan lokasi TPA Benowo yang terletak dikawasan SSC (Surabaya Sport Center). Permasalahan yang timbul dari pertentangan antara fungsionalitas dan estetika dalam rancangan ini adalah bagaimana korelasi rancangan tempat pembuangan dengan tempat kunjungan edukasi dan kawasan ikon Surabaya dengan nilai estetika area SSC yang menurun akibat dari adanya kawasan pembuangan sampah tersebut. Perancangan ini memiliki tujuan dapat melahirkan gagasan untuk mewujudkan TPA (Tempat Pengolahan Sampah Akhir) Benowo tidak hanya sebagai tempat penampungan dan pengolahan sampah sebagai unsur fungsional, tetapi merupakan obyek rancang yang menampilkan keindahan rupa bangunan dengan detail utilitas dari unsur fungsionalitas tersebut serta menjadi bagian dari kawasan ikon Surabaya yaitu SSC. Ekspresi arsitektur yang menampakkan sisi fungsional bangunan, yaitu elemen utilitas bangunan dan elemen struktur sebagai unsur estetika (gambar 1). Kata Kunci— Estetika, Fungsional, Pertentangan, Proses, Sampah. I. PENDAHULUAN ENANGANAN sampah dalam sebuah TPA (Tempat Pengolahan Akhir Sampah) menjadi satu hal yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan kota, sehingga sampah merupakan bagian dari kota tersebut. TPA sebagai titik terakhir dari pengelolaan sampah kota menjadi obyek yang perlu dirancang sebagai fasilitas edukasi bagi masyarakat luas dalam memahami dan mengerti proses serta potensi sampah tersebut selain untuk mewujudkan fungsi pengolahan sampah dengan benar (gambar 2). Pencemaran lingkungan berupa bau, asap, rembesan lindi (limbah air yang dihasilkan oleh sampah) dan kegiatan pemulung yang tidak terkendali menjadi permasalahan utama dibeberapa lokasi TPA sampah. Upaya perancangan ini dapat menjadikan TPA tersebut sebagai obyek yang dinilai positif oleh masyarakat (gambar 3). Bangunan pengolahan sampah cenderung terlihat seperti bangunan pabrik yang tidak menampilkan keindahan dalam elemen bangunan seperti olah tampang eksterior maupun interior yang mana kecenderungan tersebut membawa dampak psikologi terhadap pengguna dan masyarakat sekitar. Terlebih, keberadaan lokasi TPA yang terletak dikawasan SSC (Surabaya Sport Center) semakin menjadikan lingkungan kawasan tersebut negatif dan secara nyata terlihat keadaan yang bertolak belakang antara kawasan yang menjadi ikon Surabaya yang bersanding dengan kawasan yang menjadi tempat pembuangan. Perancangan TPA yang dibutuhkan untuk mengatasi permasalahan bangunan pengolahan (industri) tersebut diharapkan dapat menampilkan wajah baru sebagai bangunan yang dapat dinikmati serta memiliki hubungan tatanan estetika baik dalam tampilan bangunan maupun tata tapak TPA seperti tampilan bangunan SSC (gambar 4). Gambar. 1. Fungsionalitas dalam Arsitektur (www.industcard.com). Gambar2. Ilustrasi TPA dalam Kota Surabaya. Gambar. 3. Gedung Pengolahan Akhir Sampah Benowo. Fungsional Versus Estetika: Inkubasi dalam Rancangan TPA Yusuf Ariyanto dan I Gusti Ngurah Antaryama, Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Jl. Arief Rahman Hakim, Surabaya 60111 E-mail: antaryama@arch.its.ac.id P