Volume 2, Nomor 1, November 2021 ISSN: 2797-5975 (media online) TANJAK (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Dipublikasikan oleh P3M Politeknik Negeri Bengkalis 10 Penerapan Teknologi Tepat Guna (TTG) Mesin Pencacah Pelepah Sawit Untuk Masyarakat Suku Sakai Di Desa Kesumbo Ampai Kecamatan Bathin Solapan Akmal Indra 1 , Rahmat Fajrul 2 1,2 Teknik Mesin, Politeknik Negeri Bengkalis, akmalindra@polbeng.ac.id Abstrak Kehidupan masyarakat suku sakai sekarang ini sudah tidak seperti dahulu yang hidup di dalam hutan tetapi masyarakat suku sakai sudah berbaur dengan masyarakat lokal dan hidup sudah menetap. Masyarakat asli suku sakai di Kecamatan Bathin Solapan Kabupaten Bengkalis menggeluti mata pencaharian di bidang pertanian, peternakan, dan perikanan. Salah satu mata pencaharian masyarakat suku sakai di desa Kesumbo Ampai adalah bidang perkebunan sawit. Hasil perkebunan sawit langsung di jual ke Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang berada di kecamatan Bathin Solapan. Dalam pemeliharaan pohon sawit, masyarakat suku sakai memotong ( pruning) pelepah sawit yang sudah tidak hijau lagi dan pelepah sawit juga akan dipotong jika akan melakukan panen. Biasanya pelepah sawit ini akan di tumpuk dan di biarkan begitu saja serta ada juga yang membakar pelepah sawit. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah memanfaatkan pelepah sawit dengan cara melatih masyarakat suku sakai dalam penggunaan dan perawatan mesin, melatih membuat pakan ternak dan pupuk kompos dari pelepah sawit. Kata Kunci: pelepah, pupuk, pakan Abstract The life of the Sakai tribe today is not like it used to live in the forest, but the Sakai tribe has mingled with the local community and has settled down. Indigenous people of the Sakai tribe in Bathin Solapan Sub-district, Bengkalis Regency, are engaged in livelihoods in agriculture, animal husbandry, and fisheries. One of the livelihoods of the Sakai people in Kesumbo Ampai village is oil palm plantations. The results of the oil palm plantations are directly sold to the Palm Oil Mill (PKS) located in the Bathin Solapan sub-district. In maintaining oil palm trees, the Sakai tribal people cut (pruning) the palm fronds that are no longer green and the palm fronds will also be cut if they are going to harvest. Usually these palm fronds will be piled up and left alone and some will burn the palm fronds. The purpose of this community service activity is to utilize oil palm fronds by training the Sakai tribal community in the use and maintenance of machines, training to make animal feed and compost from palm fronds. Keywords: midrib, fertilizer, feed 1. Pendahuluan Desa Kesumbo Ampai merupakan salah satu desa yang berada di kecamatan Bathin Solapan Kabupaten Bengkalis. Luas wilayah desa Kesumbo Ampai yaitu sebesar 120 km 2 dengan jumlah penduduk sebesar 6.497 jiwa. Di desa Kesumbo Ampai terdapat suku asli yaitu suku sakai. Suku sakai awalnya merupakan sekelompok suku yang berasal dari Pagaruyung yang berpencar dan berpindah ke daratan Riau. Salah satu mata pencaharian masyarakat suku sakai di desa Kesumbo Ampai adalah bidang perkebunan sawit. Hasil perkebunan sawit langsung di jual ke Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang berada di kecamatan Bathin