Performa (2014) Vol. 13, No.1: 41-52 Evaluasi Layout Departemen Produksi PT ABC Menggunakan Analisis Kuantitatif Untuk Meminimasi Ongkos Material Handling Fakhrina Fahma * dan Fatma Fitriana Sakinah Laboratorium Sistem Kualitas, Jurusan Teknik Industri, Universitas Sebelas Maret Jl. Ir. Sutami 36A, Surakarta 57126, Indonesia Abstract PT ABC is a company enganged in the manufacture of drum oil, at first the company produces only one kind of drum namely non liquid leacker ( NLL).The high competition make pt abc add kind of product that is liquid leacker ( NLL) or drum with paint on the inside. So that companies must add some new machines resulting in the layout of a machine become commuting between from the building one into the building two. Research purposes this is designing layouts alternative to minimize cost material handling using methods quantitative analysis, that ' s using from to chart, outflow table, and priority scale table. After making the collection and processing data over distances total is 876,64 m. This distance longer 6.25 m compared with the layout of the beginning, namely 870,39 m. but the result of reckoning cost of materials handling produce a cost of RP 3.345.193,00 the cost is cheaper than the layout of the beginning, fund of RP 3.988.084,28. Keywords: facilities planning, from to chart, material handling 1. Pendahuluan PT ABC merupakan salah satu industri yang memproduksi drum baja dan menggunakan tipe produksi make to order yang berarti perusahaan akan melakukan proses produksi apabila terdapat permintaan dari konsumen. Pada awlanya PT ABC hanya memproduksi drum dengan jenis Non Liquid Leacker (NLL) atau drum tanpa cat di bagian dalam. Persaingan industri produsen drum semakin ketat dari tahun ke tahun sehingga PT ABC berkembang dan menambah jenis produk drum yaitu Liquid Leacker (LL) atau drum dengan cat di bagian dalam. Hal itu mengharuskan perusahaan menambah mesin untuk memproduksi jenis drum LL. Mesin baru tersebut hanya diletakkan di tempat-tempat yang masih kosong yaitu pada gedung satu dan bagian tengah gedung dua. Namun penempatan tersebut membuat alur proses produksi yang bolak balik dari gedung satu ke gedung dua. Perpindahan bolak balik tersebut terjadi pada lembaran coil hasil potongan zigzag dari mesin cutting zigzag di gedung 1 ke mesin press 200 ton yang terletak di gedung 2, kemudian top dan bottom dari mesin single seamer di gedung 2 ke painting internal top bottom di gedung 1. Untuk top dari mesin lem di gedung 1 ke press 63 ton atau press plong di gedung 2, sedangkan bottom dari mesin lem gedung 1 ke mesin triple seamer di gedung 2. Disamping itu tren permintaan dari tahun ke tahun untuk drum jenis LL juga semakin meningkat. Hal tersebut dapat menghasilkan ongkos material handling yang tinggi dan kurang efisien karena jarak perpindahan material yang panjang secara berulang ulang. Sampai saat ini perusahaan belum pernah melakukan evaluasi terhadap layout dengan penambahan mesin baru tersebut. Oleh karena itu diperlukan evaluasi layout PT ABC pada departemen produksi. Salah satu metode untuk melakukan evaluasi layout yaitu dengan meninjau tingkat kedekatan setiap mesin atau stasiun dan aliran proses produksi dari setiap komponen produk dengan mempertimbangkan ongkos material handling. Thompkins (1996) mengemukakan bahwa material handling didefinisikan sebagai alat-alat yang menyediakan jumlah material yang * Correspondance : fakhrina09@gmail.com