Ong, Sutawijaya, Saluy : Strategi Inovasi Model Bisnis Ritel … Jurnal Ilmiah Manajemen Bisnis, Volume 6, No. 02, Juni 2020 201 STRATEGI INOVASI MODEL BISNIS RITEL MODERN DI ERA INDUSTRI 4.0 Johan Oscar Ong 1 , Achmad H. Sutawijaya 2 dan Ahmad Badawi Saluy 3 Program Doktor Manajemen Universitas Mercubuana Jakarta johanoscarong@gmail.com , suta.phd@gmail.com , badawi_saluy@yahoo.co.id, ABSTRACT Retail business categorized minimarket in Indonesia has a significant growth throughout years. It has been shown by big retail companies achieve business growth 9% on average each year. Big retail companies, those are Alfamart and Indomaret successfully running this minimarket retail business, but it so different from the 7Eleven (Sevel) minimarket been closed since 30 June 2017. As a business, Sevel offers more complete products and services than Alfamart and Indomaret. Sevel Indonesia with its business innovation offers ready to eat food and drinks complete with seating are and free internet network, looks very promising and was very successful in 2014, but in the end it closed. In the era 4.0, it will be a great challenge for retail business where business sustainability should be aligned with technological development to meet customer’s expectations and customer’s needs. This research use Descriptive Analysis with literature study and Sustainable Growth Retail Business Model Approach. This research produces a sustainable growth retail business model by using business outcome as the ultimate goal to be achieved. Value chain analysis is used to describe enhanced value in the minimarket category retail business processes. Keywords: sustainable competitive advantage, sustainable retail business model, retail industry 4.0 ABSTRAK Bisnis ritel modern kategori minimarket di Indonesia mencatat pertumbuhan yang terus berlanjut dari tahun ke tahun. Hal ini ditandai dengan peritel besar yang mampu terus membukukan pertumbuhan bisnis rata-rata 9% per tahun. Peritel besar raksasa yaitu Alfamart dan Indomaret sukses menjalankan bisnis ritel minimarket ini, namun berbeda halnya dengan minimarket 7 Eleven (Sevel) yang tutup sejak 30 juni 2017. Secara bisnis, Sevel menawarkan produk dan service yang lebih lengkap daripada Alfamart dan Indomaret. Sevel Indonesia dengan inovasi bisnisnya yang menawarkan makanan dan minuman ready to eat lengkap dengan area untuk duduk serta jaringan internet gratis, terlihat sangat menjanjikan dan sempat sangat berhasil di tahun 2014, namun pada akhirnya tutup. Di era 4.0 ini menjadi tantangan tersendiri bagi bisnis ritel dimana kelangsungan bisnis harus dapat diselaraskan dengan perkembangan teknologi untuk memenuhi ekspektasi dan keinginan konsumen. Penelitian menggunakan metode analisa deskriptif dengan melakukan review literatur yang mendukung dan menggunakan pendekatan model Sustainable Growth Retail Business Model. Value chain analysis digunakan untuk menjabarkan value yang ditingkatkan pada proses bisnis retail kategori minimarket ini. Penelitian ini menghasilkan model bisnis ritel yang dapat tumbuh berkelanjutan dengan menggunakan output bisnis sebagai tujuan akhir yang akan dicapai. Kata kunci: Keunggulan Kompetitif yang berkelanjutan, model bisnis ritel berkelanjutan, ritel industri 4.0 PENDAHULUAN Pertumbuhan industri ritel modern di Indonesia terus menunjukkan tren positif sejak 2018. Industri ritel ditopang oleh pertumbuhan konsumsi barang kebutuhan sehari-hari (fast moving consumer goods) yang mengalami peningkatan yang positif dari tahun ke tahun. Secara umum konsumsi barang kebutuhan sehari-hari tumbuh sebesar 6,6% dengan perincian untuk format minimarket tumbuh 12,1% diikuti oleh format supermarket dan hypermarket sebesar 6,8% selama periode April 2018-April 2019.(https://ekonomi.bisnis.com) Kondisi pertumbuhan bisnis ritel di Indonesia ini berbeda dengan situasi yang dihadapi oleh Grup Modern yang membawahi PT Modern International, Tbk sebagai pemegang lisensi