61 Jurnal Penelitian Pendidikan Vol. 35 Nomor 1 Tahun 2018 ANALISIS KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA SEKOLAH DASAR PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA KURIKULUM 2013 Mira Azizah 1 , Joko Sulianto 2 , Nyai Cintang 3 123 Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas PGRI Semarang Email: miraazizah@upgris.ac.id Abstract. Mathematics learning not only teaches mathematical concepts and requires students to only answer questions correctly, but requires students to encourage critical thinking skills. Critical thinking in learning Mathematics is needed as a process in problem solving. The curriculum 2013 facilitates teachers to apply learning oriented to critical thinking skills. This study aims to analyze and describe students’ critical thinking skills in learning mathematics in elementary school which became a pilot project of Curriculum 2013 in Semarang City. This research used a qualitative approach to describe the ability of critical thinking skills based on quantitative data. The data collected by tests and interviews. Data have been collected and then analyzed using qualitative analysis based on critic thinking indicator. The results showed that students’ critical thinking ability consisted of very critical category 42,2%; critical 44.3%; quite critical 10.3%; and less critical 3%. Based on these results, it can be concluded that the majority of elementary school’ students pilot project curriculum in Semarang city have been able to think critically in Mathematics learning. Keywords: Critical Thinking, Mathematics, Primary School PENDAHULUAN Matematika perlu diberikan kepada siswa sejak sekolah dasar sebagai prasyarat untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Selain itu, Matematika diperlukan untuk membekali siswa menjadi pelajar yang mandiri dan mampu mengatasi permasalahan yang muncul dalam kehidupan. Oleh karena itu, pelaksanaan pembelajaran Matematika tidak cukup hanya memberikan informasi berupa teori atau konsep yang bersifat hafalan saja, perlu berorientasi pada pengembangan keterampilan-keterampilan yang dibutuhkan dalam pemecahan masalah. Azizah (2013) menyatakan bahwa siswa perlu dibekali dengan keterampilan-keterampilan untuk menyelesaikan masalah karena pada hakikatnya belajar bukan hanya menghafal informasi akan tetapi suatu proses dalam pemecahan masalah. Selain itu, Matematika akan menjadi pelajaran yang tidak bermakna bagi siswa bila mereka belum mampu mengimplementasikan konsep matematika ke dalam konteks kehidupan sehari-hari (Wahid, 2012). Hasil belajar yang optimal pada dasarnya diinginkan oleh semua pihak dan wawasan berpikir yang logis dan kritis sangat