Deteksi Gen HptII dan Keragaan Agronomis pada
Populasi BC
1
F
1
Tanaman Padi Transgenik
Budi Santosa*, Kurniawan R. Trijatmiko, dan Tri J. Santoso
Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian, Jl. Tentara Pelajar 3A, Bogor 16111
Telp. (0251) 8337975; Faks. (0251) 8338820; *E-mail: budi_sandy@yahoo.co.id
Diajukan: 24 Mei 2013; Diterima: 18 September 2013
ABSTRACT
Detection of HptII Gene and Agronomic Performance of
F
1
and BC
1
F
1
Populations of Transgenic Rice. Budi
Santosa, Kurniawan R. Trijatmiko, and Tri J. Santoso.
Rice varieties tolerant to drought stress are needed to
stabilize rice production under drought stress condition. We
developed transgenic rice cv. Nipponbare carrying hptII
gene that might also contain OsDREB1A gene. OsDREB1A
gene responsible to drought tolerance trait need to be
transferred into cultivated rice in order to obtain new local
rice variety tolerant to drought stress. The aims of this
research were to detect the presence of hptII gene in the F
1
and BC
1
F
1
transgenic rice and to observe the agronomic
performace of those populations and their plant physiology.
F
1
population was developed by crossing transgenic
Nipponbare, as donor parent, with Batutegi, Code, Ciherang,
and Konawe genotypes, as recipient parents. BC
1
F
1
population was developed by backcrossing F
1
transgenic
line with recipient parents, respectively. The presence of
hptII gene was analyzed by PCR using a pair of primers for
hptII . The observation of agronomic performance was
carried out in the green house, meanwhile the observation
of stomata was done using microscope. The result of PCR
analysis showed that BC
1
F
1
Batutegi trans, BC
1
F
1
Code trans,
BC
1
F
1
Konawe trans1, BC
1
F
1
Konawe trans3, dan BC
1
F
1
Konawe trans4 were detected carrying the hptII gene.
Agronomic data showed that BC
1
F
1
transgenic rice lines
yielded panicles, filled grains, and total grains higher than
those of recipent parents. Comparing to the recipient
parents, BC
1
F
1
Konawe trans1 and BC
1
F
1
Konawe trans3 had
less stomata on the lower side of the leaf, but had more
stomata on the upper side of the leaf.
Keywords: HptII gene, transgenic ric e , backcross,
agronomic performance.
ABSTRAK
Deteksi Gen HptII dan Keragaan Agronomis pada
Populasi BC
1
F
1
Tanaman Padi Transgenik. Budi Santosa,
Kurniawan R. Trijatmiko, dan Tri J. Santoso. Varie tas
unggul padi toleran terhadap cekaman kekeringan dibutuh-
kan untuk mengurangi kehilangan hasil akibat cekaman
tersebut. Padi Nipponbare transgenik yang mengandung gen
hptII telah dihasilkan oleh BB Biogen. Padi transgenik ter-
Hak Cipta © 2013, BB Biogen
sebut diduga juga membawa gen OsDREB1A, karena gen
hptII berada dalam satu konstruk dengan gen OsDREB1A.
Padi kultivar Niponbare bukan merupakan padi yang dibudi-
dayakan di Indonesia, sehingga gen OsDREB1A yang ada
pada padi Nipponbare tersebut perlu dipindahkan ke dalam
varietas budi daya untuk memperoleh varietas unggul baru
yang toleran terhadap kekeringan. Tujuan dari penelitian ini
adalah untuk mengetahui keberadaan gen hptII pada ta-
naman F
1
dan BC
1
F
1
transgenik dan keragaan agronomisnya.
Populasi F
1
dibentuk dengan menyilangkan Nipponbare
transgenik, sebagai tetua donor, dengan genotipe padi
Batutegi, Code, Ciherang, dan Konawe, sebagai tetua peneri-
ma. Populasi BC
1
F
1
dibentuk dengan silang balik antara ta-
naman padi F
1
transgenik dengan tetua penerimanya. Ke-
beradaan gen hptII dianalisis dengan PCR menggunakan se-
pasang primer hptII . Pengamatan terhadap beberapa karak-
ter agronomis dan fisiologis tanaman dilakukan di rumah
kaca. Hasil penelitian menunjukkan bahwa padi BC
1
F
1
Batutegi trans, BC
1
F
1
Code trans, BC
1
F
1
Konawe trans1,
BC
1
F
1
Konawe trans3, dan BC
1
F
1
Konawe trans4 mengan-
dung gen hptII setelah dianalisis dengan PCR. Berdasarkan
pengamatan agronomis diketahui bahwa kelima tanaman
padi BC
1
F
1
transgenik menghasilkan jumlah malai, jumlah
gabah isi maupun jumlah gabah total yang lebih banyak
daripada tetua penerima. Jika dibandingkan dengan padi
tetua penerima, padi BC
1
F
1
Konawe trans1 dan BC
1
F
1
Konawe trans3 memiliki jumlah stomata lebih sedikit pada
permukaan daun bagian bawah dan jumlah stomata lebih
banyak pada permukaan daun bagian atas.
Kata kunci: Gen hptII, padi transgenik, silang balik, keraga-
an agronomis.
PENDAHULUAN
Produksi padi secara nasional seringkali meng-
alami kendala abiotik termasuk salah satunya keke-
ringan. Pemanasan global menyebabkan perubahan
iklim yang tidak menentu yang mengakibatkan fre-
kuensi tanam padi per tahun menjadi berkurang, yang
biasanya tiga kali menjadi dua atau satu kali setahun.
Berkurangnya ketersediaan air tanah untuk tanaman
padi pada lahan sawah dapat menyebabkan kekering-
an sehingga dapat menurunkan produksi padi bahkan
dapat gagal panen. Akibat cekaman kekeringan, penu-
runan hasil tanaman padi dapat mencapai 50%
(Jongdee e t al., 2006).
Jurnal AgroBiogen 9(3):117-124