186 A. Dwiyana et al., Distribusi Potensial Pentanahan Gedung Baru UM Palembang Jurnal Rekayasa Elektro Sriwijaya, Vol. 3, No. 1 Distribusi Potensial Pentanahan Gedung Baru Universitas Muhammadiyah Palembang Anisa Dwiyana 1 , Rahmat Wiranto 1 , Wiwin A. Oktaviani 1 , Taufik Barlian 1 1 Program Studi Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Palembang Palembang, Indonesia correponding author(s) : wiwin_oktaviani@um-palembang.ac.id Abstrak—Pembangunan dua gedung baru di kampus Universitas Muhammadiyah Palembang diperlukan untuk mengakomodir kebutuhan akan gedung perkuliahan dan administrasi yang lebih representatif. Gedung-gedung baru ini ketinggiannya cukup mencolok dibandingkan gedung-gedung terdahulu, sehingga dibutuhkan sistem proteksi petir untuk meminimalisir dampak dari sambaran. Sistem perlindungan yang dimaksud meliputi air terminal yang dihubungkan dengan elektroda pentanahan melalui down conductor. Salah satu parameter yang harus diperhatikan adalah besaran potensial dan distribusinya di antara elektroda pentanahan, karenanya penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai potensial pentanahan dan distribusi potensial elektroda pentanahan pada kedua gedung serta faktor yang mempengaruhinya. Pada penelitian ini, perhitungan distribusi potensial sistem proteksi eksternal gedung baru kampus Universitas Muhammadiyah Palembang dilakukan melalui simulasi menggunakan Alternative Transient Program (ATP) Draw 72. Dalam simulasi, kabel Bare Core 70 digunakan sebagai down conductor dan dua elektroda pentanahan. Secara fisik kedua gedung tidak banyak perbedaan sehingga konfigurasi sistem proteksi petir eksternal juga tidak jauh berbeda. Dari simulasi diperoleh besar potensial pada Gedung FEB sebesar 61 kV sedangkan pada Gedung Terpadu FT-FAI sebesar 89 kV. Nilai-nilai ini sama untuk kedua batang elektroda yang menunjukkan potensial terdistribusi merata di antara elektroda pentanahan. Perbedaan nilai potensial disebabkan kondisi tanah antara kedua gedung berbeda dimana Gedung FEB berada pada lahan yang relatif lebih kering dibandingkan Gedung Terpadu FT-FAI. Dari hasil ini dapat disimpulkan bahwa kondisi tanah menjadi faktor yang paling mempengaruhi nilai potensial sistem pentanahan. Kata kunci—potensial, distribusi potensial, air terminal, down conductor, ATP Draw72 Abstract—The construction of two new buildings on the Palembang Muhammadiyah University campus is needed to accommodate the necessity for more representative lecture and administrative buildings. These new buildings are quite striking in height compared to previous buildings, so a lightning protection system is needed to minimize the impact of a strike. The protection system includes an air terminal that is connected to a grounding electrode through a down conductor. The parameters that must be considered in grounding system are potential magnitude and distribution between the grounding electrodes; thus, the purpose of this study is to determine the value of the grounding potential and the potential distribution of the grounding electrode in both buildings, as well as the factors that influence it.. In this study, the calculation of the potential distribution of the external protection system for the new building of the University of Muhammadiyah Palembang is carried out through a simulation using the Alternative Transient Program (ATP) Draw 72. A 70 mm2 Bare Core wire is utilized as a down conductor and two grounding electrodes in the simulation. Physically the two buildings are not much different, so that the configuration of the external lightning protection system is also not much different. From the simulation, the potential magnitude in the FEB Building is 61 kV while the FT-FAI Integrated Building is 89 kV. These values are the same for both electrode rods indicating the potential is evenly distributed between the grounding electrodes. The difference in potential value is due to the different soil conditions between the two buildings where the FEB Building is located on relatively drier land than the FT-FAI Integrated Building. From these results, it can be concluded that the soil condition is the most influencing factor for the potential value of the grounding system Keywords—potential, potential distribution, air terminal, down conductor, ATP Draw72 I. PENDAHULUAN Petir adalah pelepasan listrik di udara yang terjadi antara awan, antara pusat muatan di awan, dan antara awan dan tanah. Secara umum, kita dapat mengatakan bahwa terjadinya petir adalah hasil dari akumulasi muatan atmosfer di awan. Muatan di awan ini akan menginduksi muatan lain di tanah [1], [2] Ketika potensi antara tanah dan awan lebih besar dari tegangan tembus kritis udara, sambaran petir akan terjadi [3]. Sistem pembumian adalah perangkat terpasang yang melepaskan arus petir atau arus gangguan pembumian. Sistem pentanahan peralatan yang baik merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi stabilitas sistem dan keamanan peralatan listrik. Sistem pentanahan yang baik harus dapat memperoleh nilai hambatan distribusi maksimum sebesar 5 (lima) Ω yang diukur dengan alat uji tahanan pentanahan [4]. Sistem pentanahan bertujuan untuk mencapai nilai tahanan pentanahan yang relatif rendah sehingga arus gangguan dapat terdistribusi merata secara instan ke tanah. Pengukuran resistivitas tanah mensyaratkan bahwa karakteristik tanah merupakan faktor penting yang mempengaruhi nilai tahanan tanah [5].