Prosiding Annual Research Seminar 2017 Computer Science and ICT ISBN : 979-587-705-4 Vol. 3 No. 1 71 Implementasi Algoritma Triple-Des (3des) dalam Pengamanan ID Tag Rfid Berbasis Client Server Faiz Wafi 1 Departemen Computer Engineering Fakultas Ilmu Komputer Universitas Sriwijaya Palembang, Indonesia faizwafi@yahoo.co.id Ahmad Fali Oklilas, M.T 2 Departemen Computer Engineering Fakultas Ilmu Komputer Universitas Sriwijaya Palembang, Indonesia fali@ilkom.unsri.ac.id Sri Desy Siswanti, S.T, M.T 3 Departemen Computer Engineering Fakultas Ilmu Komputer Universitas Sriwijaya Palembang, Indonesia desysiswanti@ilkom,unsri.ac.id Abstrak Sistem keamanan merupakan hal yang sangat dibutuhkan pada RFID. Dalam penggunaan RFID dimanfaatkan sebagai alat otentikasi user yang bisa memberikan akses lebih pada suatu sistem. Apabila hak otentikasi dipergunakan untuk hal yang salah maka hal itu akan sangat berbahaya. Pola yang digunakan adalah mengirimkan data ID Tag RFID sebagai kode otentikasi yang unik. ID Tag RFID akan dikirim dari client ke server dengan menggunakan skala jaringan lokal. Pengiriman data ID Tag RFID dapat dilakukan dengan menggunakan media transmisi nirkabel. Ketika dalam proses pengiriman, pihak lain dapat mencuri data dengan teknik sniffing. Untuk meminimalisir resiko pencurian data tersebut dapat diterapkan metode enkripsi data dengan algoritma Triple-DES (3DES). Algoritma 3DES adalah suatu algoritma pengembangan dari algoritma DES (Data Encryption Standard). Perbedaan DES dengan 3DES terletak pada panjangnya kunci yang digunakan. Pada DES menggunakan satu kunci yang panjangnya 56bit, sedangkan pada 3DES menggunakan 3 kunci yang panjangnya 168-bit (masing- masing panjangnya 56-bit). Kata kunci: RFID, Sniffing, Kriptografi, Algoritma Triple- DES (3DES) I. PENDAHULUAN Kejahatan pada bidang Teknologi Informasi dewasa ini semakin berkembang, terutama pada keamanan dunia digital. Pada umumnya para pelaku memanfaatkan celah yang ada untuk mengambil keuntungan dari korban. Terbukti pada kehidupan nyata yang sering terjadi ialah pencurian data yang bersifat rahasia. Hal tersebut digunakan oleh pengguna untuk kepentingan tertentu yang bersifat pribadi. Pada kejadaian ini sangatlah berbahaya apabila seseorang yang tidak memiliki hak penuh atas data tersebut, dapat mencuri data tersebut dan digunakan untuk hal yang salah. Tentunya hal tersebut merugikan pemilik data yang sah. Hal ini membutuhkan kemudahan dan keefisiensian dalam melakukan pekerjaan dan juga antisipasi agar hal tersebut tidak terjadi. Radio Frequency IDentification (RFID) merupakan suatu teknologi compact tanpa kabel yang diperuntukkan agar mentransformasi dunia komersial [1]. RFID (Radio Frequency Identification) merupakan sebuah teknologi identifikasi yang fleksibel, mudah digunakan, dan sangat cocok untuk operasi otomatis [2]. Keunggulan RFID dikombinasikan pada teknologi yang tidak tersedia pada identifikasi yang lain. RFID menyediakan pada alat yang hanya bisa dibaca (read only) atau bisa dibaca dan ditulis (read & write), tidak membutuhkan kontak secara langsung dan juga jalur cahaya untuk dapat beroperasi, dapat berguna pada macam-macam kondisi pada lingkungan, lalu memiliki tingkat integritas data yang tinggi, dan pula sukar untuk dimanipulasi, oleh karena itu disediakan tingkat keamanan yang tinggi pada RFID. Tentu dalam setiap sistem pasti terdapat suatu masalah di dalamnya. Masalah utama yang akan muncul dari sistem RFID ini adalah masalah keamanan. Menerapkan metode kriptografi merupakan salah satu cara pencegahan dan penanggulangan dari sisi keamanan data pada RFID. Dalam proses ini data RFID yang asli akan dimanipulasi sehingga akan tersembunyi dan tidak diketahui. Jadi data yang didapat oleh pencuri tersebut bukanlah data asli dari RFID tersebut, melainkan data yang telah di manipulasi menggunakan metode kriptografi. Dalam kriptografi sendiri terdapat banyak macam algoritma yang dapat digunakan dalam keamanan data. Salah satunya adalah Pada tahun 1998 X9.52 ANS standar dan bernama Triple Data Enkripsi Algoritma (TDEA). Algoritma ini terdiri dari Blok cipher dengan kunci rahasia simetrik dengan panjang blok data 64 bit dan Panjang kunci 192 bit Triple-DES (3DES) diciptakan karena algoritma 3DES telah dirasa tidak aman [5]. Dengan algoritma ini data tag RFID akan lebih aman saat mekanisme proses berjalan. Secara sistem pada keamanan data yang terdapat pada tag RFID yang akan dikirim dari client ke server akan megirim data secara jaringan lokal. Dalam penelitian tugas akhir ini, meneliti kembali penelitian tentang keamaanan data, mekanisme keamanan RFID pada pengiriman data tag menggunakan 3DES. Skema yang digunakan pada brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk provided by Repository Proceeding Seminar (Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Sriwijaya)