51 Peminggiran Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) dan Penyesuaian Tindakan Sosialnya Catur Wahyudi Dosen FISIP Universitas Merdeka Malang Abstrak Artikel ini mengungkap peminggiran Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) atau Ahmadiyah Qadiyani di Indonesia dan penyesuaian tindakan sosialnya, khususnya pada masa pemerintahan era reformasi. Penyesuaian tindakan sosial JAI ditunjukkan dengan serangkaian realitas, yaitu : (1) dasar keyakinan yang kokoh dalam situasi tertekan sekalipun tidak pernah menjadikan eksistensinya melemah; (2) peminggiran yang terjadi justru dipandang sebagai potensi untuk meningkatkan semangat keberjamaahan yang makin terorganisir, menjadikan eksis gerakannya dengan atau tanpa atribut-atribut komunitasnya; (3) adanya pola gerakan akomodatif, berkontribusi positif terhadap stabilitas Negara dan mengembangkan kegiatan kemanusiaan; serta (4) adanya kemampuan mengorientasikan gerakannya melalui mekanisme pemaknaan kembali terhadap keyakinannya, sehingga terbuka ruang akomodatif yang cukup signifikan. Melaui proses penyesuaian tindakan sosial tersebut, ketahanan JAI sebagai organisasi justru menguat. Kajian ini memberikan dukungan yang kuat pada teori interaksi inklusif sebagai pranata relasional dalam masyarakat sipil atau tatanan masyarakat beradab. Abstract This article reveals the marginalization of Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) or Qadiyani Ahmadiyah in Indonesia and adjustment of social action, especially during the reign of the reform era. JAI social action adjustment is indicated by a series of reality, namely: (1) basic solid belief in distress situations though never make existence weakened; (2) the exclusion of that happening is seen as the potential to increase the spirit of congregation more organized, making the movements exist with or without the attributes of the community; (3) the existence of accommodating movement patterns, contributing positively to the stability of the State and to develop humanitarian activities; and (4) their ability to orient its movement through the mechanism of purport back to his faith, so that open to the more significant accommodating space.Throughthe process ofadjustment ofthesocialaction, JAIresilienceas an organizationhas strengthened.This study provides strong support to the theory of inclusive interaction as relational institutions in civil society or order of a civilized society. Kata Kunci: peminggiran, ahmadiyah, gerakan akomodatif, ketahanan, dan interaksi inklusif