Polibisnis, Volume 6 No. 2 Oktober 2014 24 ISSN 1858 - 3717 POTENSI KECAMATAN MATUR KABUPATEN AGAM MENJADI SEBUAH DESA WISATA Utami Nurmala Sari Alumni Politeknik Negeri Padang Prodi Usaha Perjalanan Wisata Email : utami_nurmalasari@yahoo.com Rini Ekasari Dosen Politeknik Negeri Padang, Jurusan Administrasi Niaga Email : rini_ekasari@yahoo.com ABSTRACT This research aims to find out the potency of Matur District in Agam Regency West Sumatera to become feasible as a village tourism in order to generate people’s economy. The method of the research used is descriptive qualitative by collecting data through observation, interview and literature study. The result shows that Matur District in Agam Regency has potencies as village tourism based on three criteria, 1) something to see, 2) something to do, and 3) something to buy. By having those potencies, at the end, the people will be able to get the mulitplier effect from tourism activities in Matur District. Keywords : potency, village tourism, Matur District 1. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pariwisata adalah suatu kegiatan yang secara langsung menyentuh dan melibatkan masyarakat sehingga membawa berbagai dampak terhadap masyarakat setempat, baik secara positif maupun negatif yang mencakup sisi sosial, ekonomi, budaya dan lingkungan. Tingginya wisatawan yang berkarakter alam sangat bermanfaat bagi masyarakat untuk mengembangkannya, akan tetapi pada sisi lain belum terlihat adanya pendalaman terhadap fungsi lingkungan atau masih banyak masyarakat yang belum sadar akan pentingnya Nature Related Tourism. Salah satu faktor terpenting untuk menangani hal tersebut yaitu dengan cara merubah prilaku pengunjung dari sekedar mengetahui menuju kepada suatu pemahaman keterkaitan alur dengan kehidupan manusia, dan pendalaman terhadap sumber daya alam hayati atau ekosistemnya menjadi suatu prioritas utama dibandingkan dengan hanya memikirkan luas kawasan atau keindahan kawasannya saja. Menurut Pitana (2008) kegiatan pariwisata perdesaan mempunyai karakteristik yang khas dimana kegiatannya berlangsung di daerah perdesaan dengan lingkungan perdesaan sebagai produk utama. Produk tersebut meliputi kegiatan atau kebiasaan hidup sehari-hari dalam komunitas lokal yang memiliki identitas tersendiri, kedekatannya dengan alam, serta kontak dengan penduduk lokal dari wilayah perdesaan yang dituju. Dengan karakteristik yang dimilikinya, pariwisata perdesaan bisa menjadi salah satu strategi bagi pengembangan pariwisata yang sesuai dengan karakter Indonesia sebagai negara agraris yang kaya terhadap keragaman budaya masyarakatnya dari Sabang sampai Merauke. brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk provided by Jurnal Politeknik Negeri Padang (PNP)