2-TRIK: Tuna s-Tuna s Rise t Ke se ha ta n, Vo lum e 12 No m o r 1, Fe b rua ri 2022 p-ISSN 2089-4686 e-ISSN 2548-5970 57 http :/ / 2trik.jurna le le ktro nik.c o m / ind e x.p hp / 2trik DOI: http://dx.doi.org/10.33846/2trik12112 Peran Penting Cadaver dalam Pembelajaran Anatomi pada Mahasiswa Kedokteran Arif Wicaksono Departemen Anatomi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tanjungpura; drarifwicaksono@gmail.com (koresponden) ABSTRACT Anatomy courses must be obtained by all medical students. Anatomy is a very important basic subject in medical learning for students, clinical clerks and doctors. In learning anatomy, there are several tools to facilitate student understanding, one of which is cadaver. Various ethical problems and the large number of new anatomical learning aids raise the question of whether the use of cadaver is still necessary. This research was a quantitative descriptive study conducted on second-level medical students, Medical Education Study Program, Faculty of Medicine, Tanjungpura University regarding learning methods, learning aids and reasons for choosing these aids. A total of 75 students participated in the research, and most of them stated that the best anatomy learning method was through practicum (58.67%), then lectures (36%) and others (5.33%). The most learning choice was the combination of using cadaver and manikin (89.33%), cadaver (8%) and manikin (2.67%). The reason for the wet preparation is that it is very clear and distinct, distinguishable from one tissue to another. Cadavers play an important role in learning anatomy because they are very real, with a combination of other preparations to help students understand anatomy. Keywords: anatomy; learning; cadaver ABSTRAK Mata kuliah anatomi pasti didapatkan oleh semua mahasiswa kedokteran. Anatomi merupakan mata kuliah dasar yang sangat penting dalam pembelajaran kedokteran bagi mahasiswa, peserta kepaniteraan klinik dan dokter. Dalam pembelajaran anatomi, terdapat beberapa alat bantu untuk memudahkan pemahaman mahasiswa, salah satunya adalah cadaver. Berbagai problema etik dan banyaknya alat bantu pembelajaran anatomi baru, memunculkan pertanyaan apakah penggunaan cadaver masih diperlukan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif yang dilakukan pada mahasiswa kedokteran tingkat II, Program Studi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura mengenai metode pembelajaran, alat bantu pembelajaran dan alasan memilih alat bantu tersebut. Sebanyak 75 mahasiswa mengikuti penelitian, dan sebagian besar dari mereka menyatakan bahwa metode pembelajaran anatomi terbaik adalah melalui praktikum (58,67%), kemudian urutan berikutnya adalah kuliah (36%) dan lainnya (5,33%). Pilihan belajar terbanyak adalah kombinasi penggunaan cadaver dan manikin (89,33%), cadaver (8%) dan manikin (2,67%). Alasan untuk sediaan basah adalah karena sangat jelas dan nyata, bisa dibedakan antara satu jarigan dan jaringan lainnya. Cadaver berperan penting dalam pembelajaran anatomi karena sangat nyata, dengan kombinasi sediaan lainnya untuk membantu mahasiswa memahami anatomi. Kata kunci: anatomi; pembelajaran; cadaver PENDAHULUAN Pendidikan kedokteran dapat kita bagi menjadi pendidikan kedokteran jenjang sarjana, pendidikan kedokteran paska sarjana dan pendidikan kedokteran berkelanjutan. Pendidikan kedokteran pada jenjang sarjana di tahun-tahun awal akan mempelajari tentang ilmu-ilmu biomedis seperti anatomi, fisiologi, biokimia dan farmakologi. (1) Anatomi meliputi struktur-struktur yang dapat dilihat secara makroskopik dan mikroskopik. Kata anatomi yang digunakan sendiri, umumnya ke arah gross anatomy atau anatomi besar (makroskopik), anatomi yang bisa dilihat langsung tanpa bantuan mikroskop. Anatomi mikroskopik adalah studi tentang sel dan jaringan yang menggunakan mikroskop, disebut histologi. (2) Pembelajaran merupakan hal yang dinamis, tidak kaku, dan berubah sesuai dengan perkembangan jaman. Pembelajaran konvensional yang dapat membosankan harus diubah supaya dapat diterima dan tercapai hal yang ingin disampaikan. Mahasiswa kedokteran sudah dewasa, sehingga akan melakukan andragogy (pembelajaran cara orang dewasa), memahami konsep belajar dan keterampilan belajar. (3)