Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 4(2), 2020 | 787 Volume 4 Issue 2 (2020) Pages 787-802 Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini ISSN: 2549-8959 (Online) 2356-1327 (Print) Keterampilan Sosial Anak Suku Bajo di Sulawesi Tenggara Hadi Machmud ๎€ 1 , Nur Alim 2 , Lily Ulviya 3 Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Institut Agama Islam Negeri Kendari DOI: 10.31004/obsesi.v4i2.459 Abstrak Keterampilan sosial anak cendrung stagnan, terpola etnisitas, bersikap ekslusif dan tetutup, tidak terpapar pengaruh luar. Artikel ini membahas tentang bentuk keterampilan sosial anak suku Bajo di Marobo dan Bajo Indah, pengaruh nilai budaya leluhur terhadap keterampilan sosial anak pada wilayah berbeda, serta peran keluarga, masyarakat, pemerintah dalam meningkatkan keterampilan sosial anak. Menggunakan metode deskriptif dan pendekatan fenomenologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan sosial anak suku Bajo sebagai warisan budaya leluhur terwujud dalam kehidupan sehari berupa Nganjama Sibbea (Bekerjasama), Guru Sibbea (Belajar bersama), Kukuri Sibbea (Bermain bersama), Si Jagaang (Saling melindungi), Situloh/Sibantoh (Tolong menolong), Ringan tangan membantu Soliditas, terimplementasi dalam pengabdian dan kepatuhan pada keluarga dan masyarakat. Pengembangan keterampilan sosial anak tidak berbanding lurus dengan program pemerintah yang berpihak dan berpersfektif anak. Kata Kunci: keterampilan sosial; ana; suku bajo; nilai budaya. Abstract Social skills of children tend to be stagnate, patterned ethnicity, being exclusive and close- minded, and they are not exposed to any influences. This article is concerned on the childrenโ€Ÿs social skills of Bajo tribe in Marobo and Bajo Indah, the influence of ancestral cultural values on the child's social skills in different regions; and the role of families, communities, governments to foster their social skills. Using descriptive and phenomenological approach. The results indicate that the child's social skills of Bajo tribe as ancestral cultural heritage embodied in the form of daily life; Nganjama Sibbea (collaboration), Guru Sibbea (Learning together), Kukuri Sibbea (Playing together), Si Jagaang (protection), Situloh/Sibantoh (helping each other), helpful, which are implemented in devotion and obedience to the family and society. Development of social skills of children is not directly proportional to the pro-government program and children. Keywords: bajo; cultural value; children; sosial skills Copyright (c) 2020 Hadi Machmud, Nur Alim, Lily Ulviya ๎€ Corresponding author : Email Address : machmud657@gmail.com (Kendari, Sulawesi Tenggara, Indonesia) Received 4 February 2020, Accepted 11 February 2020, Published 11 February 2020