Doi: 10.36418/jiss.v2i12.481 2118 IMPLEMENTASI PRINSIP KEBIJAKAN LUAR NEGERI BEBAS AKTIF DALAM DIPLOMASI MENGATASI KONFLIK ROHINGYA Siti Nurlaili Triwahyuni 1 , Fadjrin Wira Perdana 2 , Bambang Setiawan 3 , Irwan 4 , Yohan Wibisono 5 Politeknik Transportasi SDP Palembang, Indonesia 1,3,4,5 Universitas Diponegoro, Indonesia 2 Email: elly.thecullens@gmail.com, fadjrinwira@gmail.com, bambangsetiawan@poltektranssdp-palembang.ac.id, irwanpasang07@gmail.com, yohanwibisono.32@gmail.com Artikel info Artikel history: Received: 15-11-2021 Revised: 10-12-2021 Accepted: 15-12-2021 Kata Kunci: konflik; diplomasi; implementasi Keywords: conflict; diplomacy; implementation Abstrak Konflik internal pemerintah Myanmar dengan suku Muslim Rohingya adalah salah satu dari sekian banyak bentuk tragedi yang mematikan dan memilukan. Penderitaan suku Muslim Rohingya ini tentu berimplikasi pada situasi keamanan regional Asia Tenggara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi prinsip kebijakan luar negeri bebas aktif dalam upaya diplomasi Indonesia mengatasi konflik Rohingya di Myanmar. Konflik terkait isu kemanusiaan di Myanmar yang menimpa etnis Rohingya telah menarik keprihatinan banyak masyarakat internasional juga masyarakat Indonesia. Dalam pelaksanaan politik luar negeri diplomasi dapat menjadi suatu nilai tawar (state branding) untuk membangun image sebuah Negara. Diplomasi yang sukses membutuhkan negosiasi yang efektif. Pendekatan kualitatif yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis studi kepustakaan yang sumber datanya dianalisis dari buku dan jurnal terkait penelitian upaya diplomasi pemerintah Indonesia dalam mediasi konflik kemanusiaan di Myanmar. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa ada beberapa strategi diplomasi yang dilakukan oleh Indonesia dalam masalah konflik etnis Rohingya dengan pemerintah Myanmar, yakni pengajuan proposal kemanusiaan dan usulan formula 4+1 bagi masyarakat rohingya dimasa depan. Abstract The Myanmar government's internal conflict with the Rohingya Muslim tribe is one of the many forms of a deadly and heartbreaking tragedy. The suffering of the Rohingya Muslim tribe certainly has implications for the regional security situation in Southeast Asia. This study aims to determine how the implementation of the principle of a free and active foreign policy in Indonesia's diplomatic efforts to overcome the Rohingya conflict in Myanmar. The conflict related to humanitarian issues in Myanmar that afflicts the Rohingya ethnic group has attracted the concern of the international community as well as the Indonesian people. In the Jurnal Indonesia Sosial Sains http://jiss.publikasiindonesia.id/ Vol. 2 No 12 Desember 2021 P-ISSN: 2723 - 6692 dan E-ISSN: 2723 - 6595