JITEKH, Vol. 9, No. 1, Tahun 2021, 14-19 14 ISSN 2338-5677 Cetak ISSN 2548-6646 Online PENINGKATAN KUALITAS BATU BATA DENGA MENGGUNAKAN METODE TAGUCHI PADA UKM BATU BATA XYZ Anggi 1 , Eddy 2 , Farida Ariani 3 1,2 Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik dan Komputer, Universitas Harapan Medan 3 Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara Email : anggi4292520@gmail.com Abstrak Banyaknya produsen batu bata yang berada di daerah Batu Lapan Lubuk Pakam, Deli Serdang, serta persaingan pasar dari produsen yang menggunakan mesin-mesin modern untuk memproduksi batu bata membuat salah satu produsen batu bata yang masih menggunakan cara- cara tradisional dalam pembuatannya bersaing untuk meningkatkan kualitas batu bata. Untuk memperoleh batu bata yang berkualitas baik yaitu dengan melihat kuat tekan batu bata yang dihasilkan maka diperlukan komposisi bahan baku yang optimal yang dapat dihasilkan melalui rancangan percobaan.Dalam penelitian ini rancangan percobaan yang digunakan adalah metode Taguchi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kualitas batu bata, mengetahui komposisi bahan baku sehingga didapat kualitas batu bata yang optimal, mengetahui kegunaan fungsi kerugian Taguchi untuk menurunkan kerugian biaya produksi. Dari identifikasi faktor terkontrol diperoleh faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kuat tekan batu bata yaitu komposisi bahan, waktu pengadukkan, waktu penjemuran, dan waktu pembakaran. Percobaan dilakukan dengan empat taraf faktor yang berbeda. Dari hasil analisis didapatkan kombinasi taraf faktor yang optimal yaitu faktor A level 1 : komposisi tanah liat 50%, faktor B level 2 : lama pengadukan adonan 4 jam, faktor C level 1 : lama penjemuran 1 hari dan faktor C level 2 : lama pembakaran 3 hari sedangkan fungsi kerugian Taguchi cukup memadai untuk menurunkan kerugian biaya produksi. Hasil uji coba dari 200 unit batu batu terdapat penurunan persentase kecacatan batu bata yakni dari 6% - 7,32% menjadi 2,5% - 3%. Kata Kunci : Batu Bata, Taguchi, Pengendalian Kualitas Abstract The large number of brick producers in the Batu Lapan Lubuk Pakam area, Deli Serdang, as well as market competition from manufacturers who use modern machines to produce bricks have made one brick producer who still uses traditional methods of manufacture compete to improve quality brick. To obtain good quality bricks, namely by looking at the compressive strength of the bricks produced, it is necessary to have an optimal raw material composition that can be produced through experimental designs. In this study, the experimental design used was the Taguchi method. The purpose of this study was to determine the factors that influence the quality of the bricks, to know the composition of the raw materials so that the optimal quality of the bricks was obtained, to know the usefulness of the Taguchi loss function to reduce production cost losses. From the identification of controlled factors, it is obtained the factors that influence the compressive strength of the bricks, namely the composition of the material, the time of stirring, the drying time and the burning time. Experiments were carried out with four different levels of factors. From the analysis, the optimal factor level combination is factor A level 1: clay composition 50%, factor B level 2: stirring time 4 hours, factor C level 1: drying time of 1 day and factor C level 2: burning time 3 days while the Taguchi loss function is sufficient to reduce production cost losses. The test results from 200 units of bricks showed a decrease in the percentage of brick defects from 6%-7,32% to 2,5%-3%. Keywords: Bricks, Taguchi, Quality Control 1. PENDAHULUAN Pembangunan yang berkelanjutan banyak memberikan peluang bagi banyak orang. Apalagi pendapatan yang semakin meningkat sehingga memberikan kesempatan untuk memenuhi kebutuhan utama, seperti properti. Dari hal inilah sebuah peluang muncul dalam pengadaan material utama pendukung dalam pembangunan properti yaitu batu bata. Meskipun dewasa ini sudah ditemukan inovasi bahan pengganti batu bata