Jurnal ABDIMAS-HIP Vol 1 No 2 Agustus 2020 e-ISSN : 2721-5229 p-ISSN : 2720-9121 94 Pembuatan Pemberian Makanan Tambahan dan MP- ASI sebagai Upaya Pencegahan Stunting pada Kader ‘Aisyiyah Sawitri Dewi 1 , Purwati 2 , Diah Atmarina Yuliani 3 Email : sawitridewi79@gmail.com 1 , watix_1006@yahoo.com 2 , yuliani_da@yahoo.com 3 Program Studi Kebidanan DIII, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Indonesia Jl. Raya Soepardjo Rustam Km. 7 Sokaraja, Kabupaten Banyumas 53181 Telp. (0281) 6844252 Abstrak Gangguan tumbuh kembang pada bayi dan anak usia di bawah 2 tahun (baduta) merupakan masalah yang perlu ditanggulangi dengan serius. Usia tersebut merupakan masa yang penting dan kritis dalam proses tumbuh kembang anak baik fisik maupun kecerdasan. Pemberian makanan tambahan (PMT) khususnya bagi kelompok rawan merupakan salah satu strategi suplementasi dalam mengatasi masalah gizi. Berdasarkan data Survei Diet Total (SDT) tahun 2014 diketahui bahwa lebih dari separuh balita (55,7%) mempunyai asupan energi yang kurang dari Angka Kecukupan Energi (AKE) yang dianjurkan. Hal ini menunjukkan bahwa pemenuhan gizi pada bayi dan balita masih kurang. Keterlibatan tenaga kesehatan, kader dan orang tua dalam pemenuhan gizi pada balita sangatlah penting, oleh karena itu dibutuhkan pengetahuan dan ketrampilan cukup dalam pemilihan menu dan pengolahan makanan sebagai PMT dan MP- ASI. Kegiatan ini memberikan ketrampilan dan pengetahuan pada kader dalam pembuatan makanan tambahan dan MP- ASI sesuai kebutuhan balita serta meningkatkan kemampuan kader di penyuluhan. Metode yang digunakan adalah memberikan penyuluhan mengenai gizi PMT dan MP- ASI beserta cara pembuatannya. Terdapat peningkatan pengetahuan dan ketrampilan kader setelah mengikuti kegiatan ini. Kontribusi kader dalam pelaksanaan penyuluhan mengenai PMT dan MP- ASI dapat sebagai gambaran awal keberhasilan masyarakat sebagai upaya mengatasi stunting pada bayi dan balita. Kata Kunci: PMT; MP-ASI; kader. Abstract Growth and development disorders in infants and children under 2 years of age (baduta) are problems that need to be addressed seriously. This age is an important and critical period in the process of child development, both physical and intellectual. Provision of additional food (PMT) especially for vulnerable groups is one of the supplementation strategies in overcoming nutritional problems. Based on the 2014 Total Diet Survey (SDT) data, it is known that more than half of toddlers (55.7%) have energy intake that is less than the recommended Energy Adequacy Rate (AKE). This shows that the fulfillment of nutrition in infants and toddlers is still lacking. The involvement of health workers, cadres and parents in fulfilling nutrition for children under five is very important, therefore it requires sufficient knowledge and skills in menu selection and food processing as PMT and complementary foods. This activity provides skills and knowledge to cadres in making supplementary food and complementary foods according to the needs of toddlers as well as improving the skills of cadres in counseling. The method used was to provide counseling on nutrition for PMT and complementary foods and how to make them. There was an increase in the knowledge and skills of cadres after participating in this activity. The contribution of cadres in the implementation of counseling on PMT and complementary foods can be an initial illustration of the success of the community in an effort to overcome stunting in infants and toddlers. Keywords: PMT; MP-ASI; cadre.