Website: semnasppm.undip.ac.id Seminar Nasional Kolaborasi Pengabdian Kepada Masyarakat UNDIP-UNNES 2019 183 Diversifikasi Produk Olahan Ikan Lele di Desa Semowo Sebagai Alternatif Usaha Untuk Meningkatkan Pendapatan Masyarakat Tri Winarni Agustini 1 , Kukuh Eko Prihantoko 2 , Suminto 3 , Bambang Argo Wibowo 4 Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Semarang 1 tagustini@yahoo.com 2 kukuhprihantoko@live.undip.ac.id 3 suminto57@yahoo.com 4 argobambang@gmail.com Abstrak — Masyarakat Desa Semowo telah melakukan usaha pembudidayaan ikan lele dengan hasil produksi dijual dalam bentuk ikan lele segar. Tujuan pelaksanaan program adalah transfer teknologi diversifikasi produk ikan lele menjadi ikan olahan bernilai tambah sehingga menghasilkan nilai jual yang tinggi. Ikan lele olahan akan dapat membuka alternatif usaha dan menunjang peningkatan pendapatan. Metode pelaksanaan program melalui kegiatan penyuluhan dan pelatihan. Hasil kegiatan yang dicapai adalah masyarakat memiliki keterampilan dalam memproduksi ikan lele crispy dan nugget lele. Hasil analisa usaha menunjukkan bahwa produksi ikan lele crispy sebesar 100 kg/bulan akan menghasilkan keuntungan sebesar Rp 5.185.000,-/bulan dan produksi nugget lele sebesar 100 kg/bulan dapat menghasilkan keuntungan sebesar Rp 3.830.000,-/bulan. Kata Kunci : diversifikasi, ikan lele, lele crispy, nugget lele I. PENDAHULUAN Desa Semowo terletak di Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang. Dominasi mata pencaharian masyarakatnya adalah sebagai petani/pekebun (26,31%) dan karyawan swasta (21,54%). Sedangkan untuk jenis mata pencaharian yang lain adalah sebagai PNS, TNI/POLRI, pedagang, karyawan (swasta, BUMN), pertukangan, buruh, wiraswasta, perangkat desa, guru, perawat dan bidang kerja lain. Meskipun masyarakat Desa Semowo sudah banyak yang bekerja, namun data desa Tahun 2017 menunjukkan masih adanya sebesar 19,78% warga yang tercatat belum bekerja/tidak bekerja dan sebesar 4,93% tercatat hanya mengurus rumah tangga. Pemerintah pusat melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan menargetkan Angka Konsumsi Ikan Nasional tahun 2019 sebesar 50,69 kg per kapita per tahun. Sedangkan untuk Provinsi Jawa Tengah, target angka konsumsi ikan tahun 2019 adalah sebesar 30 kg per kapita per tahun. Tahun 2018, capaian angka konsumsi ikan Provinsi Jawa Tengah masih sebesar 29,19 kg per kapita per tahun. Angka konsumsi ikan merupakan tingkat konsumsi masyarakat terhadap komoditas ikan yang dikonversi dalam satuan kg/kapita/tahun. Angka konsumsi ikan dapat menunjukkan seberapa besar daya konsumsi ikan masyarakat. Angka konsumsi ikan yang tinggi akan dapat mengindikasikan terpenuhinya kebutuhan protein masyarakat. Hal ini dikarenakan ikan merupakan salah satu sumber protein tinggi. Isu terkini yang juga menjadi perhatian secara nasional adalah stunting. Stunting adalah suatu kondisi ketika anak lebih pendek dibandingkan anak-anak lain seusianya, atau dengan kata lain, tinggi badan anak berada di bawah standar. Stunting berhubungan dengan kondisi pertumbuhan dan dalam pertumbuhan protein sangat diperlukan. Dan ikan adalah salah satu sumber protein. Stunting dan target angka konsumsi ikan merupakan dua isu terkini yang melatarbelakangi pelaksanaan program yang diimplementasikan. Untuk dapat menyelesaikan dua isu permasalahan tersebut, salah satu solusi yang perlu diterapkan adalah melalui peningkatan daya suka makan ikan masyarakat. Kesukaan makan ikan akan mampu meningkatkan angka konsumsi ikan dan mampu memenuhi kebutuhan protein masyarakat. Sebuah pertanyaan yang akan dijawab dalam program ini adalah bagaimana membuat masyarakat menjadi suka makan ikan. Untuk menjawab pertanyaan tersebut, Tim program menawarkan solusi diversifikasi produk ikan lele. Pembudidaya secara umum menjual ikan lele segar dan masyarakat pembeli perlu