Syifa’ MEDIKA, Vol.10 (No. 1), September 2019 1 Uji Fisik dan Laboratorium Kandungan Formalin dalam Ikan Asin di Pasar Tradisional Seberang Ulu I Palembang Annisa Nabilla Adwiria 1 , Yanti Rosita 2 , Ertati Suarni 2 1 Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang 2 Departemen Biokimia Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang 3 Departemen Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang Submitted: July 2019 |Accepted: August 2019 |Published: September 2019 ABSTRAK Ikan asin merupakan produk olahan ikan untuk mencegah kebusukan dengan kombinasi penggaraman dan pengeringan, tetapi masih banyak produsen yang menambahkan formalin untuk mengawetkan ikan asin. Menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 722/Menkes/Per/IX/88 Formalin tidak boleh ditambahkan ke dalam makanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis kandungan formalin dalam ikan asin yang dijual di pasar tradisonal Seberang Ulu I Palembang. Jenis pemilihan sampel ikan asin yaitu menggunakan jenis cluster sampling. Sebanyak 68 sampel ikan asin yang terdiri dari 5 jenis ikan asin didapatkan dari 14 pedagang yang berada di 3 pasar tradisional Seberang Ulu I Palembang. Pengamatan uji fisik ikan asin dilakukan dengan mengamati beberapa parameter yaitu tampak bersih dan cerah, tidak berbau khas ikan asin, tekstur ikan asin keras serta tidak dikerubungi lalat yang dibandingkan dengan ikan asin kontrol negatif formalin. Uji laboratorium dengan menggunakan tes kit yang menghasilkan warna merah keunguan, tes KMnO4 yang menghasilkan warna coklat bening dan tes Tollens yang menghasilkan cermin perak. Hasil penelitian secara uji fisik paling banyak sampel ikan asin yang mengandung formalin menunjukkan 2 dari 4 ciri ikan asin yang mengandung formalin. 68 sampel ikan asin yang dianalisis, yang diduga positif mengandung formalin pada uji fisik berjumlah 38 sampel yang dibuktikan dengan 2 uji laboratorium tes Kit dan tes KMnO4, sedangkan tes Tollens hanya 18 sampel dari 38 sampel yang dinyatakan positif mengandung formalin. Kata Kunci: formalin, ikan asin, uji fisik, uji laboratorium ABSTRACT Salted fish are processed fish products to prevent decay by a combination of salting and drying, but there are still many producers who add formalin to preserve salted fish. According to the Regulation of the Minister of Health of the Republic of Indonesia No. 722/Menkes/Per/IX/88, formalin should not be added to food. This study aims to identify and analyze formalin content in salted fish sold in the traditional Seberang Ulu I market in Palembang. The type of selection of salted fish is using the type of Cluster Sampling. Sixty- eight samples of salted fish consisting of 5 types of salted fish were obtained from 14 traders in 3 traditional markets in Seberang Ulu I Palembang. Observation of the physical test of salted fish was carried out by observing several parameters, namely clean and bright, not distinctive from salted fish, hard texture of salted fish and not surrounded by flies compared to salted fish with negative control of formaldehyde. Laboratory tests using the Kit test which produce purplish red, KMnO4 test which produces clear brown color and Tollens test which produces a silver mirror. The results showed that on average physical tests of salted fish containing formaldehyde showed 2 of the 4 characteristics of salted fish containing formaldehyde. 68 samples of salted fish were analyzed, which were positively suspected of containing formaldehyde in 38 physical samples, as evidenced by 2 laboratory tests of Kit and KMnO4 tests, while the Tollens test was only 18 samples from 38 samples which tested positive for formalin. Keywords: formalin, salted fish, physical test, laboratory test Korespondensi: yantirosita42@gmail.com