Jurnal Ilmiah Rotary ISSN 2540-8704 Vol. 1 No. 1, Edisi Agustus 2016 1 PENENTUAN NILAI EFEKTIVITAS CONDENSER DI PLTU PAITON UNIT 5 PT. YTL JAWA TIMUR Asrorin Safira Zata Lini 1 , dan Bayu Rudiyanto 2 1) 2) Teknik Energi Terbarukan, Jurusan Teknik, Politeknik Negeri Jember Email : asrorinsafirazatalini@gmail.com Abstrak Kebutuhan konsumsi energi listrik semakin meningkat dan bahan baku pembangkit listrik semakin menipis. Membuat suatu pembangkit listrik meningkatkan efisiensi yang tinggi. PT. YTL Jawa Timur adalah pembangkit listrik tenaga uap. Salah satu komponen utama dari PLTU yaitu condenser. Nilai efektivitas dari suatu condenser mempengaruhi efisiensi dari suatu pembangkit listrik. Berdasarkan evaluasi yang dilakukan efektivitas dari condenser unit 5 masih tergolong mempunyai kinerja yang baik. Tergolong baik karena nilai saat commissioning dan actual tidak berbeda jauh. Terlihat dari perhitungan nilai efektivitas yaitu pada condenser 2 data actual adalah 0.261912 dan pada data comissioning nilai efektivitas yang didapat adalah 0.32333844. Sedangkan pada condenser 1 nilai efektivitas yang dihasilkan 0.233836 dari data actual dan dari data comissioning dihasilkan efektivitas sebesar 0.34544. Kata kunci : Energi, Efektivitas Condenser, Pembangkit Listrik PENDAHULUAN Energi listrik merupakan energi yang sangat dibutuhkan saat ini dengan kemajuan teknologi dan industri yang menyebabkan penggunaan listrik semakin meningkat. Di Indonesia daerah Paiton, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur merupakan kompleks pembangkit listrik tenaga uap dengan beberapa unit. Unit 1, 2, dan 9 merupakan unit milik PT. PJB. Unit 3,7, dan 8 merupakan unit milik PT. Indonesia Power dan dioperasikan oleh PT. IPMOMI. Dan unit 5 dan 6 merupakan unit milik PT. Jawa Power yang dioperasikan oleh PT. YTL Jawa Timur dengan saham milik Siemens SPV 50%, PowerGen 35% dan Bumi Pertiwi 15%. Proses produksi pembangkit listrik tenaga uap ini menggunakan bahan bakar batu bara pada unit 5 dan 6. Batu bara ini berfungsi untuk memanaskan air menjadi uap dimana uap digunakan untuk memutar turbin sehingga generator menghasilkan energi listrik. Sistem yang digunakan unit 5 dan unit 6 adalah sistem closed loop, dimana air digunakan secara berulang dalam beberapa proses. Jika kuantitas air kurang dari set point (standart) maka dilakukan penambahan air. Siklus yang digunakan adalah siklus rankine menggunakan re-heater. Pada siklus ini menggunakan re-heater untuk meningkatkan efisiensi proses pembangkitan listrik. Fungsi reheater sendiri adalah untuk meningkatkan temperature uap yang keluar dari turbin. Penggunan reheater didasari dengan pertimbangan pemanfaatan uap yang keluar dari turbin masih memiliki temperature yang relatif tinggi. Bila uap langsung tertampung dalam condenser maka kerugian energi bagi proses dalam PLTU semakin besar. Proses yang terjadi dalam pembangkit listrik tenaga uap unit 5 dan unit 6 PT. YTL Jawa Timur ini dibagi menjadi tiga proses, yaitu Proses Utama (Main Plant), Sistem Auxiliary (Auxiliary System), dan proses penanganan limbah (Flue Gas System dan Ash Handling). Komponen utama yang digunakan dalam PLTU ini yaitu pompa, boiler, turbin, generator dan kondenser. Kondenser merupakan komponen yang bekerja mengubah uap menjadi air dan digunakan kembali. Kinerja dari suatu condenser dapat dilihat dari perhitungan efektifitasnya. Perhitungan efektifitas condenser memerlukan beberapa faktor dari aliran steam dan aliran cooling water. Aliran steam disini berasal dari keluaran turbin dan aliran air berasal dari input canal air laut. Variabel- variabel yang perlu diperhatikan antara lain massa aliran fluida panas, massa aliran fluida dingin, temperature fluida panas yang masuk, temperature fluida panas yang keluar, temperature fluida dingin yang masuk, temperature fluida dingin yang keluar, dan tekanan. Dari waktu ke waktu kinerja dari suatu Alat Penukar Kalor mengalami penurunan walaupun sudah dilakukan maintenance secara berkala ataupun tidak. Membandingkan variabel-variabel yang ada saat comissioning dengan variabel-variabel yang ada pada saat ini di DCS (Distributed Control System) maupun data local yang dilakukan secara berkala dapat mengetahui keefektivitasan dari suatu APK. Di PT. YTL sendiri belum pernah menghitung nilai