How to cite: Sunarmi, Sri., dan Grace Luntungan (2021) Tari Tumatenden: Bentuk Koreografi dan Fungsinya Bagi Masyarakat Airmadidi Minahasa Utara (Sebuah Penelitian Etno Art). Syntax Literate. 6(5). http://dx.doi.org/10.36418/syntax-literate.v6i5.2740 E-ISSN: 2548-1398 Published by: Ridwan Institute Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia pISSN: 2541-0849 e-ISSN: 2548-1398 Vol. 6, No. 5, Mei 2021 TARI TUMATENDEN: BENTUK KOREOGRAFI DAN FUNGSINYA BAGI MASYARAKAT AIRMADIDI MINAHASA UTARA (SEBUAH PENELITIAN ETNO ART) Sri Sunarmi dan Grace Luntungan Universitas Negeri Manado, Indonesia Email: srisunarmi@unima.ac.id, graceluntungan@unima.ac.id Abstract This study aims to shows how the role and existence of Tumatenden Dance in Airmadidi North Minahasa. The aim is to take inventory of local cultural and artistic works, so that with this form, the younger generation will easily demonstrate Local Regional Dance and are motivated to be able to learn and love their own culture, especially traditional regional dance as Local Regional dance. Qualitative descriptive research method with the Ethno Art approach. The role and existence, are used to describe the form of choreography by understanding the phenomena that have become the awareness of the people of North Minahasa, in relation to the role of the Tumatenden Dance in the midst of the society. This approach could inspect and reveal two answers in this study. The formulation can show the form of the choreography of the Tumatenden Dance as a form of populist creation dance, which is performed by nine (9) female dancers, and one male dancer, the Tumatenden dance presentation is a dance that elevates Minahasa folk legends which tell about angels who descended into earth from heaven to bathe in the Tumatenden spring. An interested Minahasan youth tried to win the heart of one of these angels by stealing his wings. This made the angel unable to return to heaven and then married the young man., Keywords: tumatenden dance; choreography; function; north minahasa Abstrak Tujuan penelitian ini yaitu untuk memperlihatkan mengenai bagaimana wujud koreografi Tari Tumatenden, serta menunjukkan Bagaimana peranan dan keberadaan Tari Tumatenden diAirmadidi Minahasa Utara. Tujuannya menginventarisasi karya seni-budaya lokal, Sehingga dengan adanya wujud tersebut maka, generasi muda akan mudah memperagakan Tari Daerah Setempat dan terpacu untuk dapat belajar serta mencintai budaya miliknya khususnya seni tari tradisional daerah sebagai tari Daerah Setempat. Metode penelitian diskriptif kwalitatif dengan pendekatan, Etno Art. Peranan dan keberadaan, dipakai untuk menggambarkan wujud koreografi dengan memahami fenomena yang menjadi kesadaran masyarakatAirmadidi Minahasa Utara, kaitannya dengan peranan keberadaan Tari Tumatenden ditengah- tengah masyarakatnya. Pendekatan ini dapat melihat dan mengungkap dua jawaban dalam penelitian ini. Rumusan dapat menunjukkan wujud koreografi Tari Tumatenden sebagai bentuk tari kreasi kerakyatan, yang dilakukan oleh Sembilan