Prosiding Serenade Vol. 1 Tahun. 2021 84 p-ISSN : XXXX-XXXX e-ISSN : 2828-0091 PERANCANGAN PERHIASAN MODE SISIK IKAN WANITA DENGAN TEKNIK SURFACE EMBELLISHMENT Millen Valensie 1 Desain Produk, School of Design, Universitas Pelita Harapan. millenvalensie2302@gmail.com Susi Hartanto 2 Desain Produk, School of Design, Universitas Pelita Harapan. susi.fdtp@uph.edu ABSTRAK Indonesia mengalami peningkatan produksi pada sektor perikananan selama 7 tahun terakhir dan secara tidak langsung mendorong kenaikan angka limbah ikan, salah satunya sisik. Berbeda dengan limbah basah seperti jeroan, sisik ikan yang keras membutuhkan waktu yang cukup lama untuk dapat terurai berpengaruh buruk terhadap lingkungan seperti mengganggu ekosistem laut maupun darat.Sisik ikan memiliki corak, tekstur permukaan dan warna yang unik sehingga sering dimanfaatkan sebagai salah satu material kerajinan tangan seperti perhiasan oleh pelaku UMKM Indonesia khususnya Ambon dan Manado. Meskipun pasar perhiasan sisik ikan Indonesia telah lama ada, teknik pengolahan seperti pewarnaan dan aplikasinya tergolong kurang maksimal sehingga menghasilkan desain yang monoton.Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, analisa data sekunder, dan uji bertahap. Hasil penelitian menunjukkan teknik surface embellishment dapat memaksimalkan penggunaan sisik pada perhiasan. Campuran pewarna makanan alami dan sintetis digunakan karena menghasilkan warna-warna yang lembut. Setelah melalui beberapa kali revisi, perancangan ini kemudian mengangkat tema peri fantasi yang didapatkan dari karakteristik material yang berwarna lembut serta ethereal dengan desain yang terlihat menyatu dengan tubuh. Produk ini diharapkan dapat meningkatkan apresiasi masyarakat, bersifat inovatif dan sesuai dengan kebutuhan pasar Indonesia. Kata Kunci : Perhiasan Mode, Sisik Ikan, Surface Embellishment, Payet, Inovatif 1. PENDAHULUAN Indonesia merupakan negara kepulauan yang dikelilingi oleh laut besar. Dengan luas total 3,544 juta km2, perairan Indonesia mencakup dua pertiga wilayah negara. Indonesia memiliki banyak potensi di sektor perikanan, dan telah meningkat selama tujuh tahun terakhir. Peningkatan jumlah produksi secara tidak langsung menyebabkan kenaikan angka limbah perikanan. Meskipun limbah ikan cair seperti jeroan cepat untuk terurai, limbah sisik ikan membutuhkan waktu lama untuk terurai karena memiliki karakteristik yang keras. Tanpa pemanfaatan dan Langkah pembuangan yang tepat, limbah sisik ikan dapat menghasilkan senyawa berbahaya yang merusak lingkungan dengan mengganggu ekosistem laut dan darat.