178 Sekolah Dasar, Tahun 21, Nomor 2, November 2012, hlm. 178–187 178 BIMBINGAN KONSELING PADA PENDIDIKAN DASAR DALAM PERSPEKTIF PERKEMBANGAN SOSIAL BUDAYA KONTEMPORER Andi Mappiare A.T. UniversitasNegeri Malang, Jl Semarang 5, Malang 65145 Jl. Simp. Candi IIIE/135 Rt2 Rw3, Karangbesuki, Malang 65146 Telp. 552396, 7322337 HP. 081334161296 Abstract: Elementary Schools’ Guidance and Counseling in the Contemporary Social Cultural Develop- ment Perspective. From perspective of contemporary social cultural development, there were ”identity politics” issues in the cultural socialization process. The children, now without any real adult guidance, turn to their peers and to the media for their values. To help ensure that they are prepared to become the next generation, every student needs support, guidance and opportunities during childhood. This article aim to discover styles of Indonesian elementary school guidance program that useful to meet of elemen- tary school children’s’ developmental needs. In the end of this article, some conclusions about urgency and styles of Indonesian elementary school guidance program were presented. Keywords: elementary school, guidance and counseling, contemporary, social cultural development per- spective Abstrak: Bimbingan konseling pada pendidikan dasar dalam perspektif perkembangan sosial budaya kontemporer. Dari perspektif perkembangan sosial budaya kontemporer, terdapat isu-isu ”politik identitas” dalam proses sosialisasi budaya. Anak, yang sekarang tanpa bimbingan orang dewasa secara nyata, berpaling kepada sebaya dan media untuk mengembangkan nilai mereka. Untuk membantu memastikan mereka siap menjadi generasi berikutnya, setiap anak membutuhkan dukungan, bimbingan, dan kesempatan pada masa anak. Tujuan artikel ini adalah untuk menemukan gaya program bimbingan sekolah dasar Indonesia yang sangat sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan perkembangan anak sekolah dasar. Pada penghujung artikel ini beberapa kesimpulan tentang urgensi dan gaya program bimbingan sekolah dasar Indonesia disajikan. Kata Kunci: bimbingan konseling, pendidikan dasar, sosial budaya kontemporer Program Bimbingan Konseling (BK) dalam seting pendidikan Indonesia kini dapat disebut sudah maju dalam penegasan keunikan ekspektasi tugas dan penegakan identitas profesional konselor atau Guru BK. Pada tataran landasan hukum formal, hal itu tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI No. 27 tahun 2008 beserta lampirannya yang berisi standar kualifikasi akademik dan kom- petensi konselor. Pada tataran pelaksanaan, dengan kuantitas dan kualitas yang beragam, pelayanan BK sudah terselenggara pada jenjang pendidikan sekolah menengah SMP dan SMA. Untuk jenjang SD, pelayanan bimbingan dan konseling belum terwujud sesuai dengan harapan, dan belum ada konselor yang diangkat di SD, kecuali mungkin di sekolah swasta tertentu” (Departemen Pendidikan Nasional, 2008: 4). Karena konselor belum ada pada SD maka Program BK pun, yaitu yang memandirikan peserta didik dalam konteks non-pembelajaran kelas, belum ada pada tingkat SD. Selama ini, jika pun ada program BK pada SD, itu hanya bimbingan dalam pengertian mengupayakan pengembangan diri pe- serta didik. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional