The 12 th University Research Colloqium 2020 Universitas ‘Aisyiyah Surakarta 225 UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL 70% DAUN PEGAGAN (Centella asiatica L. Urban) TERHADAP BAKTERI Escherichia coli ATCC 25922 Arina Zulfah P, Ari Simbara, Dewi Septiyaningrum, Endang Setyowati Program Studi Farmasi, Fakultas Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Kudus Jl. Ganesha no.1, Purwosari, Kudus 1. PENDAHULUAN Penggunaan obat tradisional telah menarik perhatian dan kepopulerannya di masyarakat kita semakin meningkat. Tumbuhan merupakan salah satu bahan obat tradisional yang sudah lama digunakan.. Salah satunya adalah pemeliharaan kesehatan tubuh dari infeksi. Penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri yang sangat mudah menular dari satu penderita ke penderita lain. Permasalahan infeksi dapat diatasi dengan menggunakan obat-obatan antibakteri dengan tujuan menghambat pertumbuhan bakteri dan membunuh bakteri tersebut. Tanaman obat yang poten untuk dikembangkan sebagai antibakteri diantaranya adalah daun pegagan. Secara tradisional daun pegagan dapat digunakan untuk mengatasi diare. Senyawa antimikroba yang dimiliki daun pegagan adalah flavonoid, alkaloid, saponin, tanin, dan glikosida triterpenoida. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa ekstrak etanolik daun pegagan mempunyai Kadar Hambat Minimal (KHM) terhadap bakteri Escherichia coli sebesar 100 mg/ml (Udoh et al, 2012). Kandungan senyawa dan khasiat daun pegagan dapat untuk menghambat dan membunuh bakteri. Kandungan daun pegagan memiliki kandungan saponin yang ABSTRAK Keywords: Daun pegagan (Centella asiatica L. Urban), Escherichia coli ATCC 25922, antibakteri, dilusi Daun pegagan (Centella asiatica L. Urban) memiliki senyawa antimikroba yang berkhasiat untuk mengatasi diare. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas ekstrak daun pegagan pada berbagai variasi konsentrasi dan untuk mengetahui perbandingan yang paling efektif dari berbagai varian konsentrasi tersebut. Daun pegagan diekstraksi menggunakan metode maserasi. Varian konsentrasi ekstrak etanol 70% daun pegagan dibuat seri konsentrasi yaitu 100 mg/ml; 50 mg/ml; 25 mg/ml; 12,5mg/ml; 6,25 mg/ml; 3,125 mg/ml; 1,565 mg/ml; 0,781 mg/ml; 0,3905 mg/ml; kontrol negatif, dan kontrol positif serta kotrimoksazol sebagai kontrol pembanding. Pengujian dilakukan terhadap bakteri Escherichia coli ATCC 25922 secara dilusi. Hasil uji antibakteri menunjukkan ekstrak etanol 70 % daun pegagan memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Escherichia coli ATCC 25922 dengan kadar bunuh minimal (KBM) 100 mg/ml. Varian konsentrasi yang paling efektif adalah 100 mg/ml. Ekstrak etanol 70% daun pegagan terdapat kandungan flavonoid, alkaloid, tanin, saponin, dan glikosida triterpen.