Jurnal Pena Ilmiah: Vol 2, No 1 (2017) 2011 PENGGUNAAN MEDIA PAPAN DART UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA Bianticha Rena Azhari 1 , Nurdinah Hanifah 2 , Diah Gusrayani 3 1,2,3 Program Studi PGSD UPI Kampus Sumedang Jl. Mayor Abdurachman No.211 Sumedang 1 Email: bianticha.rena.azhari@student.upi.edu 2 Email: nurdinah.hanifah@upi.edu 3 Email: gusrayanidiah@yahoo.com ABSTRACT During earlier data observation on the study of Social Sciences, some problems faced by students are found, that is teacher’s lack of learning media that results in student’s lack of motivation in learning and low achievement. Based on the problem found, the use of Dart Board Media is Applied. The0purpose0of0this0research is0to0find planning, process, and increase of students’ motivation and achievement. On the first term, students motivation achieve 91,92%, on second term 96,89% and 100% on the third term. For the learning achievement 34,79% on the first term, 60,86% on the second term and 86,95% on the third term. From the shown data results we can conclude that the use of dart board media can increase students’ motivation and learning achievement on learning the material Kinds of Businesses and Economical Activities in Indonesia. Keyword: dart board, learning motivation; learning achievement; economical activities. PENDAHULUAN Dewasa ini, pendidikan sudah dianggap sebagai suatu kebutuhan yang harus dipenuhi oleh setiap individu dalam mengasah pola berpikir dan juga tingkahlaku, baik itu di dalam keluarga maupun di lingkungan masyarakat. Salam (2011, p. 56) mengemukakan bahwa “melalui pendidikan, manusia mempunyai keinginan atau usaha yang maksimal dalam meningkatkan dan mengembangkan serta memperbaiki nilai-nilai, hati nuraninya, perasaannya, pengetahuannya dan juga keterampilannya agar manusia dapat mencapai tujuan yang ingin dicapai”. Tidak heran jika pendidikan saat ini cukup mendapat perhatian di masyarakat, khususnya bagi mereka yang ingin mencapai kesuksesan dan berguna dikemudian hari. Pendidikan disini tidak hanya berupa pendidikan formal saja, tetapi ada juga pendidikan non-formal. Namun pendidikan yang wajib dipenuhi oleh setiap individu tentunya aadalah pendidikan formal dimana pendidikan ini mengharuskan setiap individunya untuk menempuh jalur pendidikan yang telah dicanangkan oleh pemerintah yakni wajib belajar 12 tahun. Apabila ditelaah lebih lanjut, wajib belajar 12 tahun ini meliputi jenjang SD, SMP dan SMA. SD merupakan jenjang awal bagi individu untuk menerima informasi yang disampaikan oleh guru sebelum berlanjut ke jenjang yang selanjutnya. SD diibaratkan sebagai suatu pondasi dari program wajib belajar 12 tahun dimana ini merupakan tahapan awal bagi siswa dalam mempelajari berbagai macam mata pelajaran yang tentunya akan berkaitan dengan kehidupan sehari-hari siswa. Dalam kegiatan pembelajaran tentunya akan terjadi interaksi antara guru dengan siswa. Guru mempunyai peranan penting dalam proses pembelajaran yaitu merencanakan kegiatan pembelajaran terlebih dahulu baru kemudian melakasanakan pembelajaran. Hal ini sejalan dengan yang dikemukakan oleh Syaodih (dalam Mulyasa, 2008, p. 13) bahwa ‘guru memegang peranan yang cukup penting baik dalam