Jurnal Komunikasi Global, Volume 8, Nomor 1, 2019 17 HEGEMONI HOLLYWOOD PADA FILM AMERICAN SNIPER Melis Tanaka, J. A. Wempi STIKOM London School of Public Relations-Jakarta Email: tanaka.melis@yahoo.com Abstrak Film-film yang ditayangkan pada bioskop Indonesia mayoritas merupakan film Hollywood. Dari sekian banyak genre film yang ada, film bertemakan perang cukup banyak digunakan oleh Hollywood untuk menyebarkan praktik hegemoninya, tidak terkecuali pada film American Sniper (2014). Kisah heroik yang dilakukan oleh pemeran utama mampu menggiring penonton bahwa Amerika mempunyai sosok pahlawan yang tergabung dalam pasukan elit Navy SEALs. Penelitian berikut menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dan paradigma kritis. Praktik hegemoni Hollywood pada film American Sniper (2014) dipahami dengan menguraikan tiga dimensi Critical Discourse Analysis yang diusung Norman Fairclough pada teori Hegemoni oleh Antonio Gramsci. Hasil dari penelitian ini pada kajian mikro, ditemukan bahwa terdapat elemen universal dan idealis yaitu nilai patriotisme, nasionalisme, dan setia kawan. Dalam kajian meso, PT. Omega Film merupakan distributor film yang terdaftar di Lembaga Sensor Film (LSF) sebagai bagian dari Political Society Gramsci yang memegang peran besar atas distribusi film Hollywood di Indonesia. Pada kajian makro, film American Sniper (2014) merupakan salah satu dari praktik hegemoni Hollywood pada era neo-konservatif yang turut menyertakan American sentris di dalamnya. Kata Kunci: American Sniper, Hegemoni, Hollywood, Amerika Abstract Most movies shown in Indonesian cinemas are Hollywood movies. From existing genres, war movies tend to be used by Hollywood to spread their hegemonic practices. American Sniper, which was released in 2014, is one of the examples. The heroic scene acted by the main lead persuades the audience that America has a hero involved in Navy SEALs. This study was qualitative research using a critical paradigm. Hollywood’s hegemony in the film American Sniper (2014) could be understood by elaborating the three dimensions of Critical Discourse Analysis by Norman Fairclough, along with the theory of hegemony by Antonio Gramsci. The result of the research shows that in microanalysis, there are universal and idealist elements such as patriotism, nationalism, and loyalty. Meso analysis found that PT. Omega Film is a registered distributor of Film Censorship Institute (LSF) as part of the Political Society, according to Gramsci, which plays a significant role in the distribution of Hollywood films in Indonesia. Based on the macro analysis, the American Sniper (2014) film is one of the hegemonic practices of Hollywood in the era of neo-conservative that contains American centric. Keywords: American Sniper, Hegemony, Hollywood, America