Jurnal Sains & Teknologi Modifikasi Cuaca, Vol.19 No.1, 2018: 21 – 31 21 DETEKSI ES DAN HAIL DI ATMOSFER DENGAN RADAR POLARIMETRIK X-BAND FURUNO WR-2100 (STUDI KASUS: 24 JANUARI DAN 14 FEBRUARI 2016) Detection of Atmospheric Ice and Hail with Furuno WR-2100 X-Band Polarimetric Radar (Case Study: January 24 th and February 14 th 2016) Ardhi Adhary Arbain 1)* , Faisal Sunarto 2) , Erwin Mulyana 3) 1,2,3) Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca – Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, Gedung Ir. Mohammad Soebagio, GEOSTECH (820), Kawasan PUSPIPTEK, Serpong, Tangerang 1) Atmosphere and Ocean Research Institute (AORI), The University of Tokyo, Japan *Email : ardhi.adhary@bppt.go.id Intisari Informasi keberadaan es di atmosfer sangat penting, tidak hanya untuk studi meteorologi, namun juga untuk kegiatan modifikasi cuaca maupun pengembangan sistem peringatan dini bencana hidrometeorologi. Pada makalah ini, kami mendemonstrasikan tiga teknik deteksi es dengan memanfaatkan observasi radar X-band polarimetrik Furuno WR-2100. Data Constant Altitude Plan Position Indicator (CAPPI) untuk parameter horizontal reflectivity (Zh), differential reflectivity (ZDR) dan specific differential phase (KDP) pada kejadian presipitasi konvektif di wilayah Banten dan Bogor tanggal 24 Januari dan 14 Februari 2016 dianalisis dengan menggunakan metode Hail Differential Reflectivity (HDR), metode konsistensi KDP (CM) dan metode fuzzy logic (FL). Produk data yang dihasilkan oleh ketiga metode tersebut saling dibandingkan secara horizontal pada ketinggian 500 meter, 2 kilometer dan 5 kilometer, serta secara vertikal hingga ketinggian 15 kilometer. Hasil analisis menunjukkan metode HDR paling sensitif dan konsisten untuk identifikasi es pada setiap level ketinggian, sedangkan metode FL dapat membedakan jenis es secara spesifik. Di sisi lain, rendahnya sensitivitas metode CM dalam penelitian ini menunjukkan tidak adanya konsentrasi es yang signifikan pada waktu observasi dan mengindikasikan metode tersebut lebih sensitif untuk deteksi jenis es dengan ukuran yang lebih besar. Kata Kunci : Deteksi, Hail, Es, Radar, Polarimetrik, CAPPI. Abstract The existence of ice in the atmosphere has proven to not only be an important piece of information in meteorological studies but also for weather modification activities and the development of hydrometeorological disaster early warning system. In this study, we present three ice detection algorithms by utilizing a Furuno WR-2100 polarimetric x-band radar. Constant Altitude Plan Position Indicator (CAPPI) data of horizontal reflectivity (Zh), differential reflectivity (ZDR) and specific differential phase (KDP) parameters of convective precipitation events over Banten and Bogor on January 24 th and Februari 14 th 2016 were analyzed with the use of hail differential reflectivity method (HDR), KDP consistency method (HP) and fuzzy logic method (FL). The resulting products were then compared horizontally at the altitude level of 500 meters, 2 kilometers and 5 kilometers, and vertically, up to 15 kilometers. The results shows that HDR is consistent and most sensitive in detecting ice at each altitude level, while the FL method is capable for specifically differentiating the ice types. On the other hand, the weak response of CM method indicates that there was no significant ice concentration at the observation time and the technique is more sensitive in detecting larger ice types. Keywords : Detection, Hail, Ice, Radar, Polarimetric, CAPPI. 1. PENDAHULUAN Radar cuaca merupakan salah satu instrumen penginderaan jauh yang digunakan untuk pengamatan presipitasi di atmosfer secara real-time. Radar cuaca memiliki keunggulan dalam mendeteksi distribusi presipitasi dalam ruang dan waktu karena memiliki resolusi spasial dan temporal yang jauh lebih tinggi dibandingkan penginderaan jauh dengan satelit. Informasi utama yang diperoleh dari pengamatan radar cuaca adalah intensitas dan kecepatan objek yang diamati (dalam hal ini presipitasi) terhadap posisi radar. Radar cuaca menggunakan sensor