Kumawula : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 2021 518 Kumawula, Vol. 4, No.3, Desember 2021, Hal 518 – 523 DOI: https://doi.org/10.24198/kumawula.v4i3.35469 ISSN 2620-844X (online) Tersedia online di http://jurnal.unpad.ac.id/kumawula/index PENINGKATAN EKONOMI KREATIF MASYARAKAT DENGAN PEMANFAATAN SABUT KELAPA “COCONUT FIBER” SEBAGAI PRODUK RAMAH LINGKUNGAN Mirza Abdi Khairusy 1* , Linardita Ferial 2 , Sukarta Atmaja 3 1,2,3 Universitas Banten Jaya * Korespondensi: mirza.abdi.khairusy@gmail.com ABSTRACT The improvement of the creative economy by utilizing natural resources made from coconuts in order to improve the economy of farmers and local residents. Indonesia is the largest coconut producing country in the world. The activity of processing coconut fruit into coconut fibers as an environmentally friendly product and processed handicrafts. The method in this activity is the Training of Trainers (ToT) and Focus Group Discussion (FGD) with a Community Development approach which was attended by 27 participants. The result of this service is creativity in the formation or utilization of coconut waste into handicraft materials. Efforts that can be given to farmers and the surrounding community are cross-sectoral collaboration so that the program for using coconut-based handicrafts can be sustainable. Keywords: Creative Economy, Coconut Fibers, Cooperation ABSTRAK Peningkatan ekonomi kreatif dengan pemanfaatan sumber daya alam berbahan dasar buah kelapa dalam meningkatkan perekonomian petani dan warga sekitar. Indonesia merupakan negara produksi kelapa terbesar di dunia. Kegiatan pengolahan buah kelapa menjadi menjadi serabut kelapa sebagai produk ramah lingkungan dan olahan kerajinan tangan. Metode dalam kegiatan ini adalah Training of Trainer (ToT) serta Focus Group Discussion (FGD) dengan pendekatan Community Development yang diikuti oleh 27 peserta. Hasil dari pengabdian ini adalah kreativitas dalam pembentukan atau pemanfaatan limbah kelapa menjadi bahan kerajinan tangan. Upaya yang dapat diberikan kepada para petani dan masyarakat sekitar adalah diperlukan kerjasama lintas sektor supaya program pemanfaatan kerajinan tangan berbahan dasar kelapa dapat berkelanjutan. Kata Kunci: Ekonomi Kreatif, Serabut Kelapa, Kerjasama PENDAHULUAN Indonesia merupakan negara yang terletak di antara 6 0 LU-11 0 LS yang memiliki iklim tropis yang sangat bermanfaat terhadap berbagai jenis perkebunan. Kelapa (Cocos nucifera L) merupakan komoditas strategis yang memiliki peran sosial, budaya, dan ekonomi dalam kehidupan masyarakat Indonesia (Sutara, 2013) dengan total luas tanaman perkebunan kelapa 3396,80 (Ribu Hektar) (Badan Pusat Statistik, 2020) dan merupakan produksi kelapa terbesar di dunia (Dwi, 2017). Provinsi Banten memproduksi tanaman kelapa sebanyak 42.717 ton (BPS Provinsi Banten, 2020). Buah kelapa tidak saja kaya akan manfaat untuk kebutuhan konsumsi tetapi dapat menjadi sebuah kerajinan tangan yang bisa memiliki nilai jual atau nilai ekonomis. Sabut kelapa dapat menghasilkan serat sabut (cocofibre) dan serbuk sabut (cococoir) (Indahyani, 2011). Keunggulan serabut kelapa yaitu : (1) Anti ngengat, tahan terhadap jamur dan membusuk, (2) Memberikan insulasi yang sangat baik terhadap suhu dan suara, (3) Tidak mudah terbakar, (4) Alot dan tahan lama, (5)