77 Foundasia, Vol IX No.1, September 2018 PENANAMAN NILAI-NILAI NASIONALISME MELALUI KEARIFAN LOKAL PARA BURUH MIGRAN DI HONG KONG Rukiyati, Mami Hajaroh, L. Andriani Purwastuti Prodi Kebijakan Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta Rukiyati@uny.ac.id, mami_hajaroh@uny.ac.id, lusila_ap@uny.ac.id Abstrak Para buruh migran yang bekerja di Hong Kong perlu diberi motivasi dan wawasan keindonesiaan dan rasa nasionalisme agar mereka bekerja dengan tekun tetapi mempunyai target yang jelas untuk kembali ke tanah air. Pemberian motivasi dan wawasan dilakukan dengan media kearifan lokal Indonesia berupa pengenalan kembali dan menyanyikan lagu-lagu tradisional, dan lagu wajib serta memasak makanan tradisional Indonesia. Peserta pelatihan ini adalah para buruh migran yang tergabung dalam organisasi nirlaba TCKLC Hong Kong sebanyak 25 orang, kesemuanya perempuan. Metode PPM yang digunakan adalah ceramah singkat, diskusi, penugasan, praktik, dan bernyanyi. Hasil kegiatan PPM menunjukkan para buruh migran sangat senang menerima pelatihan penanaman nilai-nilai nasionalisme melalui kearifan lokal. Diperoleh kesadaran dari para buruh migran bahwa walaupun di Hong Kong mereka mendapatkan penghasilan yang cukup besar, tetapi tetap merasa sebagai kurang bermartabat, kurang terhormat. Setelah pelatihan,para buruh migran merasa sangat termotivasi untuk pulang ke tanah air dengan rencana yang jelas untuk pekerjaan dan kegiatannya masing-masing. Bekal dari Hong Kong berupa uang akan dimanfaatkan untuk usaha dan sekolah, sedangkan bekal ilmu akan digunakan untuk bekerja menjadi guru di daerahnya masing-masing. Lima bulan setelah pelatihan, diperoleh informasi sebagian buruh migran yang telah selesai masa kontraknya benar-benar telah kembali ke tanah air dan bekerja sesuai rencana ketika pelatihan. Ada yang menjadi guru PAUD, guru bahasa Inggris, melanjutkan pendidikan, dan ada pula yang berwirausaha. Kata kunci: Nilai nasionalisme, buruh migran, kearifan lokal Abstract The purpose of this PPM is to instill the values of the nationalism of migrant workers in Hong Kong. Those who are working in Hong Kong should have motivation, insight into Indonesianism and a sense of nationalism so that they work diligently, yet have a clear target to return to their homeland. The motivation and the insight were given through Indonesian local wisdom media not only by reintroducing and singing traditional songs and national songs but also by cooking traditional Indonesian cuisine. The participants of this training were migrant workers who are members of the TCKLC non-proft