Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes ---------------------- Volume 12 Nomor Khusus, Januari 2021 p-ISSN 2086-3098 e-ISSN 2502-7778 Peringatan 10 Tahun Suara Forikes 63 Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes ------ http://forikes-ejournal.com/index.php/SF DOI: http://dx.doi.org/10.33846/sf12nk112 Pengaruh Pendidikan Kesehatan Tentang Deteksi Dini Kanker Payudara dengan SADARI Terhadap Pengetahuan Remaja Putri Nurna Ningsih Program Studi Ilmu Keperawatan, Universitas Sriwijaya; nurna_ningsih.nawawi@fk.unsri.ac.id (koresponden) Yulia Indah Permata Sari Program Studi Ilmu Keperawatan, Universitas Sriwijaya; yuliaindahp18@gmail.com Bina Melvia Girsang Fakultas Keperawatan, Universitas Sumatera Utara; binamelvia@gmail.com ABSTRACT Backrgound: Breast cancer is the second cause of death on women. Therefore, one method is needed to detect breast cancer earlier, one of that is by breast-self examination (BSE). Aims: The aim of this study is to determine the effect of health education on BSE on knowledge of teens. Methods: This study was used pre-post experimental test design without control group. The population in this study was the teens in 11th grade on senior high school of North Indralaya with sample of 35 teens. Analysis of experimental data used paired t-test. Results: The results showed the average knowledge of the teens has increased from 12.20 (pretest) to 14.57 (posttest) with p-value of 0.000 (<0.05). This result shown a significant positive relationship between health education using demonstrations method and poster as media on increasing knowledge BSE for teens. Keywords: breast self-examination; ca mammae; health education; knowledge; teenager ABSTRAK Latar belakang: Kanker payudara adalah penyebab kematian kedua pada wanita. oleh karena itu, diperlukan salah satu cara untuk mendeteksi kanker payudara secara dini, salah satunya dengan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan tentang SADARI terhadap pengetahuan remaja putri. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre-post eksperimental tes tanpa kelompok kontrol. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja putri kelas XI SMA Negeri Indralaya Utara dengan jumlah sampel 35 remaja putri. Analisis data menggunakan uji-t berpasangan. Hasil: Penelitian menunjukkan rata-rata pengetahuan remaja putri mengalami peningkatan dari 12,20 (pretest) menjadi 14,57 (posttest) dengan p-value 0,000 (<0,05). Hasil ini menunjukkan hubungan positif yang signifikan antara pendidikan kesehatan menggunakan metode demonstrasi dan poster sebagai media untuk peningkatan pengetahuan remaja putri mengenai SADARI. Kata kunci: SADARI; kanker payudara; pendidikan kesehatan; pengetahuan; remaja PENDAHULUAN Kanker payudara merupakan masalah kesehatan global dan penyebab utama kematian pada wanita (1) . Organisasi Kesehatan Dunia melaporkan kanker payudara sebagai kanker yang paling umum terjadi pada wanita, baik di negara maju maupun berkembang (2) . Angka kejadian penyakit kanker untuk perempuan di Indonesia yang tertinggi adalah kanker payudara yaitu sebesar 42,1 per 100.000 penduduk dengan rata-rata kematian 17 per 100.000 penduduk. Berdasarkan data Riskesdas, prevalensi kanker payudara di Indonesia menunjukkan adanya peningkatan dari 1,4 per 1000 penduduk di tahun 2013 menjadi 1,79 per 1000 penduduk pada tahun (3) . Kanker payudara juga merupakan penyebab angka kematian tertinggi untuk wanita yang berusia 20-59 tahun, diikuti oleh wanita berusia 60-79 tahun dan mereka yang berusia lebih dari 80 tahun (4) . Saat ini tidak mungkin untuk mecegah terjadinya kanker payudara, namun diagnosis dini sangat penting untuk meningkatkan prognosis (5) . Cara paling efektif untuk melakukan diagnosis dini kanker payudara adalah dengan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI), mammografi yang merupakan gold standar untuk diagnosis dini, dan pemeriksaan payudara klinis (SADANIS) (6) . Wanita yang secara teratur melakukan SADARI memiliki kesadaran yang lebih besar tentang kondisi payudaranya, dan jika mereka mendeteksi adanya perubahan pada payudaranya, mereka harus segera melapor ke tenaga kesehatan (7) . Dari kasus kanker payudara yang terdeteksi, 73,5% dilakukan dengan metode pemeriksaan fisik, dan terdapat bukti bahwa SADARI dapat menemukan tumor dengan diameter 22,1 mm. Selain itu, SADARI dapat membantu mendiagnosis lebih dari 90% dari semua kanker payudara pada tahap awal (8) . SADARI dapat mendeteksi kanker payudara pada tahap awal dan dapat diterapkan sebagai tes skrining yang berguna dengan ketersediaan tinggi dan biaya rendah di tingkat komunitas (9) . Program pendidikan memainkan peran penting dalam perilaku pencegahan kanker payudara, dan intervensi pendidikan berdampak positif pada pengetahuan, praktik, deteksi dini dan prognosis terkait kanker payudara (10) . Kegiatan pendidikan kesehatan lebih efektif di kalangan kelompok yang lebih muda seperti pelajar karena mereka menunjukkan sikap yang lebih positif terhadap pendidikan kesehatan tentang kanker payudara dan skrining dini kanker payudara (11) . Mendidik remaja putri tentang metode diagnostik dini kanker payudara sangat penting untuk meningkatkan kesadaran mereka (6) . Deteksi dini kanker payudara memberikan lebih banyak pilihan pengobatan dan peluang lebih besar untuk bertahan hidup jangka panjang (12) . Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) adalah metode skrining sederhana