Jurnal MATH-UMB.EDU Vol 7 (2), Tahun 2020 24 POTENSI PENERAPAN NILAI-NILAI BUDAYA LOKAL PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SEKOLAH DASAR Mimin Ninawati Universitas Muhammadiyah Prof DR HAMKA miminninawati30@gmail.com The purpose of this study is to see and explain the potential application of local cultural values to the learning process in elementary schools. Problems that occur based on the results of observations that many students have difficulty in understanding mathematical concepts, so that it will affect student learning outcomes. The method in this research uses the type of case study research. The sample of this study was 3 (three) elementary schools in Jakarta. Some types of local culture that are applied consist of 2 (two) types, namely Textual and Building. The results of the study were conducted in several schools, namely the Mathematics learning process using local culture-based learning models such as doorstop learning models and teachers using media and local culture-based teaching aids such as miniature Betawi traditional houses. By integrating Local Wisdom in Mathematics learning, mathematical objects that exist in the human mind, in the form of facts, concepts, principles, and skills will emerge so as to strengthen the ability of understanding, reasoning, creative, critical, and communicative in solving mathematical problems faced by students. Keywords: Local Cultural Values; Mathematics Learning PENDAHULUAN Pendidikan memegang peranan yang sangat fundamental dalam mengukur kemajuan suatu bangsa. Pendidikan yang unggul berkaitan erat dengan proses pembelajaran yang berkualitas. Kualitas pembelajaran tidak lepas dari berbagai aspek komponen pembelajaran itu sendiri. Menurut Puspita (2019) Peningkatan mutu sumberdaya manusia ditentukan oleh kualitas pendidikan yang semakin baik. Namun kesulitan-kesulitan pemahaman dalam menyerap materi pembelajaran mengakibatkan tujuan pembelajaran tidak mampu tercapai secara optimal. Salah satu mata pelajaran yang dianggap sulit oleh siswa yaitu Matematika. Matematika merupakan muatan pelajaran wajib yang harus dipelajari oleh seluruh siswa. Menurut Hamzah & Muhlisrarini (dalam Ayu: 2018) beberapa alas an pentingnya muatan pelajaran Matematika yaitu: (1) matematika merupakan induk pengetahuan atau juga pelayan ilmu yang diartikan sebagai ilmu yang dapat menunjang terhadap ilmu yang lain; (2)matematika dapat memecahkan masalah yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari; (3)matematika dapat melatih keterampilan siswa dalam berpikir tingkat tinggi. Hal ini menjadikan matematika perlu dipelajari secara spesifik dan mendalam. Penyelesaian masalah matematika tentu penting untuk dipelajari, terlebih permasalahan yang di alami oleh siswa dalam kehidupan sehari-hari. Saat ini matematika dipandang sebagai pelajaran yang hanya mengajarkan siswa untuk terampil berhitung dan mengerjakan soal. Padahal peran matematika lebih dari itu, matematika dapat membuka jendela dunia dengan melatih keterampilan siswa dalam berpikir tingkat tinggi atau Higher Order Thinking Skill (HOTS). Menurut Puspita (2018) menyatakan bahwa suatu pembelajaran dapat berkualitas jika seluruh materi yang disampaikan mampu merubah sikap, pemikiran, serta pengetahuan siswa dari sebelumnya belum tahu menjadi tahu dan tidak mengerti menjadi mengerti. Matematika adalah sebagai salah satu ilmu dasar, baik dari aspek terapannya maupun penalarannya, mempunyai perananan penting dalam upaya penguasaan ilmu dan teknologi. Untuk itu, matematika di sekolah perlu difungsikan sebagai sarana untuk menumbuhkembangkan kecerdasan, kemampuan, keterampilan untuk membentuk kepribadian siswa, salah satunya yaitu menggunakan pendekatan