As-Syifaa Jurnal Farmasi Desember 2019; 11 (02):88-92. ISSN : 2085-4714 88 TINGKAT KEPATUHAN TERAPI PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENGALAMI DEPRESI Havizur Rahman 1 , Helmi Arifin 2 , Arina Widya Murni 3 1 Universitas Jambi, 2 Universitas Andalas, 3 RSUP DR M. Djamil Padang Email : havizurrahman27@unja.ac.id ABSTRACT Depression is known to be one of the causes of noncompliance therapy. This study aims to determine the correlation between depression with compliance of chronic renal failure patients. The method in this study is cross-sectional. Data is collected by judgment sampling. Depression level is assessed by using the Beck Depression Inventory-II (BDI- II). Compliance level is assessed by using the morisky scale. The result shows an average compliance level of chronic renal failure patients is included in high compliance category (53.03%). It is found that there is not a correlation between depression and compliance of chronic renal failure patients (p> 0.05). it is concluded that there is no correlation between depression and compliance of chronic renal failure patients. Key words: Depression, compliance, chronic renal failure. PENDAHULUAN Gagal ginjal kronis adalah suatu sindrom klinis yang disebabkan penurunan fungsi ginjal yang bersifat menahun, berlangsung progresif dan cukup lanjut. Gagal ginjal kronis terjadi ketika ginjal tidak mampu mengangkut sampah metabolik tubuh atau melakukan fungsi regulernya untuk mengeksresi sisa metabolisme dari dalam tubuh sehingga terjadi gangguan fungsi endokrin dan metabolisme, gangguan keseimbangan cairan, elektrolit, serta asam basa. 1 Depresi adalah gangguan psikiatri yang menonjolkan mood sebagai masalahnya, dengan berbagai gambaran klinis yakni gangguan episode depresif, gangguan sistemik, gangguan depresif mayor dan gangguan depresif unipolar serta bipolar. 2 Depresi merupakan penyakit yang sering muncul terutama pada pasien penyakit kronis, salah satunya gagal ginjal kronik. 3 Dari sebuah penelitian dari Universitas Indonesia menemukan bahwa prevalensi depresi pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis mencapai 31,1%. Pada salah satu penelitian lain ditemukan 20-40% populasi yang sedang menjalani terapi dialysis mengalami depresi dan nilai tersebut dapat lebih tinggi pada pasien predialisis. 4 Etiologi depresi pada pasien gagal ginjal sangat komplek. Penurunan fungsi ginjal diikuti dengan kerusakan nefron. Selanjutnya terjadi peningkatan tekanan dan aliran darah ke kapiler glomerulus sebagai usaha kompensasi fungsi ginjal yang hilang sehingga terjadi hipertrofi atau perubahan struktur dan fungsi nefron. Proses ini diperantarai oleh molekul vasoaktif salah satunya sitokin. Stimulasi dari sitokin akan mempengaruhi jumlah serotonin, yang merupakan prekusor terjadinya depresi. Peningkatan aktifitas renin-