ELKOM “Jurnal Teknik Elektro Dan Komputasi” Vol. 1, No. 1, Agustus 2019, Hal: 27-35 ISSN: , DOI: , Terakreditasi Dikti dengan SK: Page | 27 Prototipe Manajemen Beban Otomatis Pada Sistem Tenaga Listrik Tegangan Rendah 1 Phasa Herry Setyawan 1 1 Jurusan Teknik Elektro, Universitas Muhammadiyah Jember , Indonesia ABSTRACT The use of electricity now has become a basic requirement for modern society, not only in industry and offices, but also in housing. The problem with the distribution of electricity is that the power consumed must not exceed the current limiting installed because the increase in load causes the current to rise. Problems will arise if the continuity of electricity supply from PLN goes out due to overload, which will result in the activity stalled. The outage of electricity supply from PLN due to overload (over load) causes the users of electrical equipment to lose time and costs. The effects of sudden outages caused by overloading can damage electronic equipment. The system is made using AT89S51 microcontroller. The test results show that testing at each point shows that there is a linear relationship between the current measured by the output at each point. If there is a load group that has been extinguished but the ampere meter display still shows 2.00, the other load groups will be extinguished in a 60 second delay, until the ampere meter display shows a number below 2.00. Kata kunci: Sensor, Management, Low Voltage. ABSTRAK Penggunaan tenaga listrik saat ini sudah menjadi suatu kebutuhan yang mendasar bagi masyarakat modern, bukan hanya pada industri dan perkantoran saja, tetapi juga pada perumahan. Masalah pada distribusi tenaga listrik adalah daya yang dikonsumsi tidak boleh melebihi pembatas arus yang dipasang karena bertambahnya beban menyebabkan naiknya arus. Akan timbul masalah jika kontinuitas suplai tenaga listrik dari PLN padam yang disebabkan beban lebih (over load), yang akan berakibat aktifitas tersebut terhenti. Padamnya suplai tenaga listrik dari PLN yang disebabkan beban lebih (over load) menyebabkan para pengguna peralatan listrik rugi waktu dan biaya. Efek dari listrik padam mendadak yang disebabkan beban lebih (over load) ini bisa merusak alat-alat elektronik. Sistem dibuat dengan menggunakan Mikrokontroller AT89S51. Hasil pengujian menunjukkan pengujian pada setiap titik menunjukkan bahwa ada hubungan yang linier antara arus yang diukur dengan keluaran pada setiap titik. Jika ada group beban yang sudah dipadamkan tetapi tampilan ampere meter masih menunjukkan 2.00 maka group beban lain akan dipadamkan dalam waktu tunda 60 detik, sampai tampilan ampere meter menunjukkan angka dibawah 2.00. Kata kunci: Prototipe, Sensor, Manajemen, Tegangan Rendah. 1. PENDAHULUAN Masalah pada distribusi tenaga listrik adalah daya yang dikonsumsi tidak boleh melebihi pembatas arus yang dipasang karena bertambahnya beban menyebabkan naiknya arus. Selama kontinuitas suplai tenaga listrik untuk perangkat elektronik terjamin, pemakai akan bisa menikmatinya dengan nyaman. Namun akan timbul masalah jika kontinuitas suplai tenaga listrik dari PLN padam yang disebabkan beban lebih (over load), yang akan berakibat aktifitas tersebut terhenti. Padamnya suplai tenaga listrik dari PLN yang disebabkan beban lebih (over load) menyebabkan para pengguna peralatan listrik rugi waktu dan biaya. Efek dari listrik padam mendadak yang disebabkan beban lebih (over load) ini bisa merusak alat-alat elektronik. Kasus pemakaian listrik melebihi daya lazim ditemukan pada pelanggan PLN skala rumahan atau industri kecil. Dari permasalahan tersebut, penelitian ini mengusulkan untuk mendesain rancang bangun sebuah Prototype manajemen beban otomatis pada sistem tenaga listrik tegangan rendah 1 fasa. Pada Bab 2 akan dipaparkan metode penelitian yang digunakan. Sedangkan pada Bab 3 akan diuraikan Hasil eksperimen dan pembahasan. Pada Bab 4 akan disimpulkan hasil penelitian yang bisa digaris bawahi dari penelitian ini.