Jurnal Administrasi dan Manajemen Vol. 8 No. 2, Desember 2016 ISSN : 1693-6876 455 Analisis Persepsi Brand Association Menurut Pelanggan Sabun Mandi Cair Pada PT. Unilever Indonesia, Tbk Novia Triyani 1 , Ani Nuraini 2 Fakultas Ilmu Administrasi, Program Studi Administrasi Niaga Universitas Respati Indonesia Jl. Bambu Apus I No. 3 Cipayung Jakarta Timur 13890 Email: lppm@urindo.ac.id 1 , ani@urindo.ac.id 2 Abstrak Di era globalisasi sistem perekonomian Indonesia mengarah ke mekanisme pasar yang memposisikan pemasar mengembangkan dan merebut pangsa pasar, Salah satunya dengan penggunaan merek. Dalam persaingan ini, masing-masing produk berusaha mengusung citra terbaiknya dimata konsumen, karena itu Perusahaan dituntut melakukan kegiatan pemasaran bagi produk-produk yang dihasilkan. Tujuan penelitian untuk mengetahui respon konsumen terhadap brand association produk sabun mandi cair merek Lux, Lifebuoy, dan Dove. Metode penelitian kuantitatif dan kualitatif(Lexy J, Moleong. 2007), sampel 60 responden , random sampel, data primer dari masyarakat kelurahan Bambu Apus yang pernah/ sedang menggunakan sabun mandi cair Merek Lux, Lifebuoy, dan Dove. Analisisnya dengan uji reliabilitas teknik belah dua (split half) dari Spearman-Brown dan analisis brand association dengan uji Cochran Q Test. Hasil Uji Cochran nilai Q = 7,330X 2 0,05(2) = 5,991 artinya ada perbedaan persepsi brand association penggunaan merek Lux, Lifeboy, dan Dove. Sabun mandi cair Merek Lux merek terkenal, mudah diperoleh, harga terjangkau, aroma wangi tahan lama, banyak pilihan, aman dikulit. Sabun mandi cair Merek Lifebuoy adalah sabun mandi keluarga, merek terkenal, mudah diperoleh, harga terjangkau, membersihkan tubuh dari kuman, aman dikulit. Sabun mandi cair Merek Dove adalah merek terkenal, mudah diperoleh, harga terjangkau, banyak pilihan, aman dikulit, menghaluskan kulit. Kesimpulan sabun mandi cair Merek Lux dan Dove adalah merek terkenal, mudah diperoleh, harga terjangkau, aroma wangi tahan lama, banyak pilihan, aman dikulitsedangkan Merek Lifeboy adalah sabun mandi keluarga, merek terkenal, mudah diperoleh, harga terjangkau, membersihkan tubuh dari kuman, aman dikulit. Saran Sebaiknya produsen sabun mandi cair Lux, Lifebuoy, dan Dove mempertahankan dan meningkatkan kualitas produk dari masukan konsumen. Kata Kunci : Sabun, Persepsi Brand Association. 1. PENDAHULUAN Persaingan di era globalisasi mengarahkan sistem perekonomian Indonesia ke mekanisme pasar yang memposisikan pemasar harus mengembangkan dan merebut pangsa pasar, agar produk dapat diterima dan dikonsumsi oleh masyarakat. karena itu setiap perilaku usaha harus bersaing memberi yang terbaik bagi konsumen. Salah satu aset untuk menggapai persaingan tersebut adalah menggunakan merek, masing-masing produk berusaha mengusung citra terbaiknya dimata konsumen. Berbagai variasi merek, kemasan, harga, kualitas produk semakin bermunculan. Namun konsumen sekarang memilih produk dengan nilai tambah bagi mereka dan kesetiaan konsumen pada suatu produk semakin kecil. karena persaingan perusahaan memperebutkan konsumen selain atribut fungsional produk juga dikaitkan dengan kemampuan citra khusus merek bagi penggunanya. Menurut Freddy Rangkuti.2002, “Merek, merupakan komponen kecil dari kebijakan produk dan untuk mengidentifikasi suatu produk, tetapi ternyata dapat dijadikan atribut kompetitif yang tangguh, mengandung nilai-nilai intangible, emosional, keyakinan, harapan, serta sarat persepsi pelanggan, sehingga sulit ditiru oleh pesaing. Menurut Hermawan Kartajaya. 2003, beberapa produk dengan kualitas, model, serta features yang relatif sama, dapat memiliki kinerja berbeda karena perbedaan persepsi konsumen”. Pembentukan persepsi dilakukan melalui merek. Merek mengandung janji perusahaan untuk konsisten memberikan ciri, manfaat, dan jasa tertentu kepada pembeli. Selain itu, jika kualitas dapat memberi manfaat fungsional kepada konsumen, maka merek dapat memberi manfaat yang bersifat emosional, berhubungan dengan psikologis konsumen, seperti gengsi, keyakinan, harapan, kebanggaan dan lain-lain. Maka menempatkan merek sebagai aset keunggulan bersaing, disamping kualitas dan harga adalah sangat tepat. Apalagi jika ketiganya dikelola secara