Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes -------------------------- Volume 12 Nomor Khusus, April 2021 p-ISSN 2086-3098 e-ISSN 2502-7778 Peringatan Hari Kesehatan Sedunia 21 Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes ------ http://forikes-ejournal.com/index.php/SF DOI: http://dx.doi.org/10.33846/sf12nk204 Beban Kognitif Mahasiswa dalam Pembelajaran Daring di Masa Pandemi Covid-19 Santi Wahyuni Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya: bundasantiwahyuni@gmail.com Yanti Cahyati Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya: yantinaufal@gmail.com (koresponden) ABSTRACT Online learning during the pandemic was adopted as a government policy to prevent the spread of covid-19. The various limitations and obstacles faced during the online learning process during the pandemic require adaptation from both educators and students. Students need to make adjustments in learning and educators to manage cognitive load in learning. The research objective was to describe the cognitive load of students in online learning during the Covid-19 pandemic. This descriptive study involved 316 respondents. The data collection process was carried out online. The results of data analysis showed that the majority of respondents had a moderate cognitive load (73.1%). Based on the type of cognitive load, it was known that most respondents have moderate ICL (66.8%), moderate ECL (71.8%) and all respondents have moderate GCL (100%). Based on the research results, it is expected that lecturers can optimize student abilities and make efforts to improve learning strategies to reduce student cognitive load. Keywords: cognitive load; intrinsic cognitive load; extraneous cognitive load; germane cognitive load ABSTRAK Pembelajaran daring di masa pandemi ditempuh sebagai kebijakan yang dilakukan pemerintah untuk mencegah penyebaran covid-19. Berbagai keterbatasan dan kendala yang dihadapi selama proses pembelajaran daring di masa pandemi menuntut adaptasi baik dari pendidik dan peserta didik. Mahasiswa perlu melakukan penyesuaian diri dalam belajar dan pendidik melakukan pengelolaan beban kognitif dalam pembelajaran. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan beban kognitif mahasiswa dalam pembelajaran daring di masa pandemi covid-19. Penelitian deskriptif ini melibatkan 316 responden. Proses pengumpulan data dilakukan secara daring. Hasil analisa data menunjukkan mayoritas responden memiliki beban kognitif kategori sedang (73,1%). Berdasarkan jenis beban kognitif, diketahui sebagian besar responden memiliki ICL kategori sedang (66,8%), ECL kategori sedang (71,8%) dan seluruh responden memiliki GCL kategori sedang (100%). Berdasarkan hasil penelitian, diharapkan dosen dapat mengoptimalkan kemampuan mahasiswa dan melakukan upaya perbaikan strategi pembelajaran untuk menurunkan beban kognitif mahasiswa. Kata kunci: beban kognitif; intrinsic cognitive load; extraneous cognitive load; germane cognitive load PENDAHULUAN Dampak pandemi covid-19 terhadap bidang pendidikan menyebabkan penutupan sekolah dan perguruan tinggi di seluruh dunia. Kegiatan belajar mengajar secara tatap muka di dalam kelas dihentikan sementara. Siswa diinstruksikan untuk belajar di rumah (learning from home), guru bekerja dan mengajar dari rumah (work from home). Kegiatan belajar mengajar berubah menjadi pembelajaran daring. Demikian pula di Indonesia, pembelajaran daring diberlakukan sejak tanggal 9 Maret 2020 (1) . Kondisi pandemi covid-19 menunjukkan lebih banyak institusi pendidikan tinggi yang belum siap untuk menerapkan pembelajaran daring. Pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran daring masih didominasi oleh perguruan tinggi di kota besar karena kapasitas finansial dan ketersediaan sistem pembelajaran e-learningnya lebih baik dibandingkan dengan perguruan tinggi di daerah rural. Tidak sedikit pendidik yang mengalami kesulitan menggunakan teknologi pembelajaran daring seperti zoom, Google Class Room dan CloudX. Pembelajaran daring pun berlangsung hanya dengan pemberian tugas secara jarak jauh, tanpa pemberian umpan balik dan interaksi dengan peserta didik (2) . Perubahan yang cukup mendadak akibat pandemi covid-19 ini, tentunya menuntut kesiapan, baik dari sarana prasarana maupun sumber daya manusia, yakni pendidik maupun peserta didik. Perguruan tinggi belum memiliki persiapan yang optimal untuk menyelenggarakan pembelajaran secara daring. Padahal kunci dari keberhasilan proses pembelajaran adalah persiapan dan perencanaan yang matang. Kurangnya persiapan pengajar dan keterbatasan dalam mengoperasionalkan teknologi digital untuk melangsungkan proses pembelajaran secara e-learning. Tentunya hal ini berpengaruh terhadap penerimaan peserta didik dalam proses pembelajaran secara daring. Demikian pula keterbatasan peserta didik dalam mengikuti proses pembelajaran daring. Kemampuan teknologi dan ekonomi dari peserta didik dapat mempengaruhi akses pembelajaran daring (2). Tidak semua peserta didik memiliki fasilitas yang menunjang kegiatan pembelajaran daring. Koneksi internet kurang memadai (1) , perangkat yang tidak mendukung, mahalnya quota internet menjadi penghambat pembelajaran daring (2) . Selain akses internet harus memadai, faktor utamanya adalah daya beli siswa dan guru terhadap quota internet (3) .