E-ISSN: 2615-7721 Vol 5, No. 1 (2021) 399 P-ISSN: 2620-8512 Seminar Nasional dalam Rangka Dies Natalis ke-45 UNS Tahun 2021 “Membangun Sinergi antar Perguruan Tinggi dan Industri Pertanian dalam Rangka Implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka” Sinergitas Giberelin dan Monosodium Glutamat pada Pertumbuhan dan Kualitas Serat Rami Suwasdi 1 , Sri Hidayati 2 , dan Yulia Eko Susilowati 2 1 Alumni Fakultas Pertanian Universitas Tidar, Magelang 2 Fakultas Pertanian Universitas Tidar, Magelang Abstrak Tanaman rami (Bohremia nivea L Gaud) merupakan tanaman serat yang memiliki potensi sebagai bahan baku industri tekstil. Budidaya tanaman rami menggunakan rhizoma memiliki masa dormansi tunas yang lama, sehingga menghambat pertumbuhan. Selain itu, serat rami memiliki tekstur yang kasar, karena kandungan selulosa dan lignin yang tidak seimbang. Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh giberelin (GA3) dan monosodium glutamat (MSG) terhadap pertumbuhan, kandungan selulosa dan lignin tanaman rami. Penelitian dilaksanakan pada 1 Mei – 12 Juli 2020 di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tidar dengan ketinggian tempat berkisar 431 m dpl. Penelitian menggunakan polibag dengan percobaan faktorial (4x4) yang disusun dalam Rancangan Acak Kelompok Lengkap dengan empat ulangan sebagai blok. Faktor pertama konsentrasi GA3 0, 200, 400, 600 ppm sedangkan faktor kedua dosis MSG 0, 3, 6, 9 g/tanaman. Pelaksanaan penelitian meliputi persiapan alat dan bahan, persiapan lahan dan media tanam, pembuatan dan aplikasi stek rhizoma pada larutan giberelin, penanaman, aplikasi monosodium glutamat, pemeliharaan dan pengamatan variabel, panen dan analisis serat. Variabel pengamatan meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, berat brangkasan segar, berat brangkasan kering, kandungan selulosa dan lignin. Analisis data menggunakan sidik ragam, galat baku dan orthogonal polynomial. Hasil penelitian menunjukkan interaksi konsentrasi GA3 berkisar 200-300 ppm dan dosis MSG 3 g/tanaman mampu bersinergi dalam menghasilkan tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, berat brangkasan segar, berat brangkasan kering, kandungan selulosa dan lignin yang lebih tinggi. Kata kunci: glutamat, mevalonat, pertumbuhan, rami, serat Pendahuluan Produksi kapas dalam negeri selama tahun 2000 sampai tahun 2014 diketahui menghasilkan rerata produksi sebesar 1,4 ribu ton per tahun. Angka produksi tersebut hanya mampu memenuhi permintaan bahan baku industri tekstil dan produk tekstil (industri TPT)