JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 3, No. 1, (2014) ISSN: 2337-3539 (2301-9271 Print) C-1 AbstrakIndonesia adalah salah satu negara di bagian Asia Tenggara yang rawan akan gempa. Hampir diseluruh wilayah Indonesia terutama Indonesia Bagian Barat merasakan dampak gempa yang paling parah. Rumah, perkantoran, gedung, dan bangunan-bangunan lainnya hancur akibat terkena gempa yang dahsyat. perlu adanya kegiatan pembangunan kembali yang cepat dalam waktu sementara ataupun tetap agar masyarakat tidak terlalu lama di barak- barak pengungsian. Oleh karena itu diperlukan suatu desain perumahan yang sederhana, tahan terhadap gempa, cepat dipakai dan aman digunakan. Desain yang ditawarkan yaitu berupa perumahan bersistem knockdown (bongkar-pasang) agar sewaktu-waktu jika ingin dipindahkan bisa dilepas sambungan kering betonnya serta bisa dipasang untuk didirikan kembali menjadi rumah. Selain itu sambungan kering beton ini didesain tahan terhadap goncangan gempa. Pada Tugas Akhir ini akan digunakan model kekuatan gempa 0,5 Hz hingga 2 Hz sebagai nilai uji dari model perumahan rumah kayu pengganti model asli dari perumahan beton. Hasil yang diperoleh dari uji pemodelan ini diharapkan dapat menjadi nilai acuan untuk menentukan model desain sambungan pada perumahan tahan gempa. Kata KunciSambungan Beton Precast, knockdown, Model Tahan Gempa. I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang EMPA bumi di Indonesia sudah banyak memakan korban jiwa, rumah-rumah, gedung-gedung dan fasilitas-fasilitas lainnya yang ada di wilayah tersebut. Bangunan yang hancur pada umumnya adalah perumahan rakyat yang murni dibangun oleh rakyat itu sendiri di wilayah terjadinya gempa. Bangunan gedung dan fasilitas- fasilitas mewah lainnya seperti rumah sakit, hotel, gedung perkantoran dan supermarket hanya mengalami rusak ringan dan hampir tidak ada yang runtuh secara total meskipun ada yang rusak di bagian-bagian tertentu. Hal ini dikarenakan pemilik bangunan itu sendiri mampu dan bisa menyewa kontraktor atau konsultan sendiri untuk membangun gedung. Rakyat miskin dan sederhana hanya mampu membuat rumahnya secara individual dan mengandalkan visualisasi dan informasi yang pada umumnya berasal dari tetangga atau kerabat dekatnya, sehingga belum bisa di pastikan secara nyata dan valid bahwa bangunan tersebut benar-benar kuat dan mampu untuk menahan gaya gempa yang terjadi di wilayahnya. Korban gempa yang selamat terpaksa bermukim sementara di barak-barak pengungsian. Semakin lama tinggal, maka semakin lama pula tingkat kejenuhan yang dihadapi oleh warga yang tinggal di tempat pengungsian. Ada yang terpaksa kembali kerumahnya dan memperbaikinya kembali meskipun tidak layak huni. Ada yang tetap tinggal di barak-barak pengungsian. Namun itu tidak bertahan lama. Dibutuhkan suatu teknik membangun rumah yang cepat dan kuat menahan gempa dalam skala tertentu agar bisa dengan cepat dipakai bagi para korban- korban gempa yang kehilangan tempat tinggal. Hal inilah yang menimbulkan inovasi teknik membangun rumah yang cepat dan aman serta efektif Konsep yang dipakai yaitu Knockdown system perumahan beton precast tahan gempa yang efisien, murah, cepat, aman, serta nyaman bagi lingkungan dan penghuni di dalamnya. Knockdown System atau lebih mudah kita sebut Sistem Bongkar Pasang terfokus pada cara penyambungan kolom-balok, kolom-kolom, dll. B. Tujuan 1. Dapat menentukan material struktur bangunan yang kokoh, ringan, serta aman dipakai untuk perumahan Knockdown rangka beton 2. Dapat mendesain awal dimensi struktur Perumahan Knockdown rangka beton 3. Dapat mendesain bentuk sambungan Knockdown yang cocok serta aman dipakai 4. Dapat membuat model struktur rangka beton Knockdown 5. Dapat membuat meja getar gempa 6. Dapat mengontrol gerakan meja getar gempa 7. Dapat mengetahui reaksi dan perilaku suatu rangka struktur sambungan Knockdown terhadap terjadinya suatu kasus gempa di wilayah tertentu C. Batasan Masalah 1. Kekuatan gempa diasumsikan zona gempa 6 2. Struktur primer rumah menggunakan bahan beton dan dipastikan kuat menahan gempa hingga zona gempa 6 3. Dalam pengujian dengan meja getar gempa, zona gempa 6 diasumsikan sebagai gerakan 0.5 Hz, 1 Hz, 1.5 Hz, dan 2 Hz, dengan simpangan ±3-5 cm pada skala model 4. Tidak menganalisa keuntungan maupun harga total dalam pembuatan rumah tahan gempa ini 5. Fokus pada perilaku dan reaksi sambungan Balok dan Kolom yang dipakai serta keefektifannya dalam menahan gempa berkekuatan zona gempa 6. 6. Fokus pada cara penyambungan dan pembuatan dimensi struktur rangka utama perumahan Knockdown tahan gempa Desain Permodelan Sambungan Beton Precast Pada Perumahan Tahan Gempa Di Indonesia Berbasis Knockdown System Fachrul Rizal dan Tavio Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Jl. Arief Rahman Hakim, Surabaya 60111 Indonesia e-mail: tavio_w@yahoo.com G