SeBaSa Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia http://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/sbs SINTA 4 E-ISSN: 2621-0851 Vol. 2 No. 2 Hal. 103 - 119 103 BROCA’S APHASIA LANGUAGE DISORDER AT 24 YEARS OLD: PHONOLOGICAL STUDIES Maura Frilicia Van Yusat 1* , Hendra Setiawan 2 1,2 Universitas Singaperbangsa Karawang *Corresponds email: maura.frilicia00@gmail.com Abstract Penelitian ini bertujuan menjelaskan gangguan berbahasa penderita afasia Broca untuk mengetahui faktor utamanya terhadap tingkat kepercayaan diri dalam berbicara. Subjek penelitian yaitu orang dewasa berusia 24 tahun dan objek penelitian yaitu orang yang penderita afasia dengan kategori afasia Broca. Teori penelitian ini menggunakan kajian fonologi untuk pengantar analisis gangguan berbahasa dalam bidang psikolinguistik sebagai bentuk tulisan berdasarkan fonetik dan fonemik sehingga dalam tulisan diketahui bagian yang terjadinya afasia Broca terhadap ujaran subjek. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif dan menggunakan teknik wawancara, serta peneliti sebagai instrumen utama. Hasil penelitian ini mengetahui untuk fonem-fonem yang terkandung afasia Broca dengan kategori; huruf konsonan /K/, /S/, suku kata ulang, bunyi awal ujaran, bunyi pertengahan dan/atau akhir ujaran. Keywords: Afasia Broca, Fonologi, Fonemik, Fonem, Psikolinguistik PENDAHULUAN Kridaklasana memaparkan, bahwa bahasa adalah suatu bentuk bunyi yang manasuka untuk digunakan oleh para anggota kelompok sosial dalam berkomunikasi (Chaer, 2014:33). Bahasa sangat beragam dan luas sehingga banyaknya fenomena yang terjadi pada bidang bahasa. Dalam artikel di jurnal SeBaSa, Novita Asmi Sihombing dan Sofyan Sauri, bahasa tidak dapat dipisahkan oleh masyarakat dan sebaliknya, bahwa kedua aspek tersebut saling berkaitan (2021: 51). Masyarakat yang terdiri dari beberapa individu yang memiliki kemampuan bahasa yang berbeda, baik dari letak geografisnya, latar belakangnya, maupun psikologisnya sehingga terdapat beberapa fenomena yang harus diteliti. Suatu kajian ilmiah yang bahasa sebagai objeknya secara empiris disebut linguistik (Nasrullah dkk, 2020:17). Kajian yang berhubungan dengan linguistik itu banyak, salah satunya psikolinguistik. Menurut Simanjuntak, psikolinguistik menganalisis setiap ujaran dalam komunikasi untuk mengetahui kemampuan bahasa pada individu terkait psikologinya (Harras & Bachari, 2009:1). Di bidang