ILTEK,Volume 10, Nomor 20, Oktober 2015 1405 PERANCANGAN STAND WELDING SEBAGAI ALAT BANTU TRAINING PENGELASAN DENGAN METODE HOUSE OF QUALITY (STUDI KASUS: ART WELDING SCHOOL BATAM) M. Ansar Bora 1 , Bustanil Yacob 2 1 Dosen Program Studi Teknik Industri, 2 Mahasiswa Program Studi Teknik Industri STT IBNU SINA Batam Email : ansar_uim05@yahoo.com ABSTRAK Perancangan produk baru sebagian besar adalah berkenaan dalam hal operasional antara lain men-spesifikasikan produk-produk yang akan dibuat dimana hal tersebut adalah sebuah persyaratan untuk melakukan produksi. ualitas sebagai konsistensi peningkatan atau perbaikan atau penurunan variansi karakteristik di suatu produk (barang dan jasa) yang dihasilkan agar memenuhi kebutuhan yang telah dispesifikasikan guna meningkatkan kepuasan pelanggan internal atau pelanggan eksternal. Hasil penelitian segi kenyamanan stand welding, Stand welding ini mempunyai sistem flexible sehingga bisa diatur elevasinya sesuai posisi yang diinginkan siswa training sehingga memberikan rasa nyaman dan dapat mengurangi kelelahan yang berdampak pada kesehatan tubuh, Stand welding ini menggunakan sistem jepit dan dilengkapi pengunci sehingga dapat mempermudah dalam pemasangan dan pelepasan material training sehingga sangat praktis dan aman digunakan. Dalam menentukan target pencapaian untuk setiap karakteristik teknik pada rumah kualitas, ditentukan target yang harus dicapai untuk masing-masing karakteristik teknik, tingkat kesulitan pembuatan produk, tingkat kepentingan dan perkiraan biaya tingkat masing- masing karakteristik teknik. Berikut total bobot dari target pencapaian produk stand welding: (a) Tingkat Kesulitan dengan total bobot = 74, (b) Tingkat Kepentingan dengan total bobot = 318, (c) Perkiraan Biaya dengan total bobot = 16 Kata Kunci: Stand Welding, House of Quality PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Batam sebagai kota industri banyak menggunakan pengelasan dalam proses manufaktur. Lingkup penggunaan pengelasan sangat luas dan universal meliputi pengeboran minyak lepas pantai, perkapalan, kontruksi alat berat, jembatan, rangka baja kendaraan, rel, konveyor dan lain sebagainya. Hal ini menunjukkan bahwa pengelasan digunakan bukan hanya untuk pembebanan-pembebanan statis tetapi juga ditujukan untuk pembebanan dinamis, sifat mekanik pengelasan seperti kekuatan, ketangguhan, ketahanan lelah dan lainnya diharapkan mampu menerima pembebanan yang ada, agar dalam penggunaannya tidak mengalami kegagalan. Oleh karena itu proses pelatihan pengelasan harus memerlukan alat bantu penyangga material yang praktis dan sesuai dengan kebutuhan segala posisi pengelasan yang akan memudahkan dan memberikan kenyamanan siswa training dalam peraktek mengelas.