PEMBUATAN KITOSAN MAKROPORI MENGGUNAKAN GARAM DAPUR DAN APLIKASINYA TERHADAP ADSORPSI METHYL ORANGE Baiq Octaviana Dwi Anggraeny, Akhmad Sabarudin*, Barlah Rumhayati Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Pengetahuan Alam, Universitas Brawijaya Jl. Veteran Malang 65145 *Alamat korespondensi, Email: sabarjpn@ub.ac.id Tel : +62-341-575838, Fax : +62-341-575835 ABSTRAK Telah dilakukan kajian mengenai adsorpsi kitosan makropori terhadap methyl orange dengan tujuan untuk menentukan pH optimum, waktu kontak optimum, dan pengaruh jumlah porogen terhadap kemampuan adsorpsi kitosan makropori terhadap methyl orange pada kondisi optimum. Pembuatan kitosan makropori dilakukan dengan penambahan agen ikat silang epichlorohydrin 80 mg dan porogen dari NaCl (garam dapur) dengan komposisi 5, 10, dan 15 g. Adsorpsi oleh kitosan makropori sebanyak 0,2 g dalam 100 ml larutan methyl orange 20 ppm pada kondisi pH 3-8, dan lama pengocokan 1-180 menit dengan kecepatan pengocokan 100 rpm. Karakterisasi untuk mengetahui perbedaan karakter fisik dari kitosan makropori dan kitosan tanpa porogen sebagai kontrol dilakukan dengan menggunakan SEM (Scanning Electron Microscopy) dan FTIR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase terserap sebesar 91,5%, kondisi optimum terjadi pada pH 3 dengan waktu kontak 180 menit dan konstanta laju adsorpsi 0,0531 menit -1 . Kitosan makropori dengan komposisi porogen 15 g memiliki persentase terserap yang lebih besar yaitu 94,0% berbeda jauh dengan kitosan tanpa porogen yang menghasilkan persentase terserap sebesar 39,2%. Kata kunci : Kitosan makropori, Porogen, Methyl Orange ABSTRACT The study of methyl orange adsorption onto chitosan macroporous was performed in order to determine the optimum pH, optimum contact time, and the effect of porogen amount of adsorben to absorb methyl orange in optimum condition. Chitosan macroporous was prepared by adding epichlorohydrin 80 mg as crosslinker and NaCl 5, 10, and 15 g as porogen. Chitosan macroporous adsorption was carried by 0.2 g of chitosan into 100 ml of 20 ppm methyl orange solution at pH about 3 - 8, and contact time 1-180 minutes with agitation speed was 100 rpm. Characterization process used SEM (Scanning Electron Microscopy) and FTIR, to determine the physical character difference of chitosan as a control and chitosan macroporous. The results showed that the highest percentage was 91.5%, optimum condition occured at pH 3 with optimum contact time at 180 minutes and adsorption rate constant (k) 0.0531 minutes -1 . The chitosan macroporous contain 15 g of porogen has greater adsorption than others, with adsorption percentage was 94.0%. It was very different than chitosan without porogen which has adsorption percentage 39.2 % . Keywords : Chitosan macroporous, Porogen, Methyl Orange PENDAHULUAN Zat warna merupakan bahan kimia yang umumnya digunakan pada industri percetakan, tekstil, dan pewarna sintetis. Pencemaran lingkungan akibat pembuangan limbah berwarna dapat terjadi karena zat warna dapat menghambat aktivitas fotosintesis[1]. Diantara berbagai jenis zat warna, methyl orange merupakan salah satu zat warna anionik berbentuk serbuk berwarna jingga tua yang memiliki ukuran molekul 1,58 x 0,65 x 0,26 nm 1 KIMIA.STUDENTJOURNAL, Vol. 1, No. 1, pp. 1-7, UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG Received 23 February 2014, Accepted 17 March 2014, Published online 17 March 2014