Vol. 8, No. 2 – September 2020 Halaman 135 s.d 148 Pengaruh Kepemilikan Institusional, Free Cash Flow, Dan … | 135 PENGARUH KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL, FREE CASH FLOW, DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP KEBIJAKAN UTANG PERUSAHAAN Anton Robiansyah 1 , Andre Suandi Simbolon 2 , Steviani Batti 3 1 Fakultas Ekonomi Universitas Terbuka, anton.robiansyah@ecampus.ut.ac.id 2 Fakultas Ekonomi Universitas Terbuka, andre.simbolon@ecampus.ut.ac.id 3 Fakultas Ekonomi Universitas Terbuka, steviani@ecampus.ut.ac.id Article history Dikirim tanggal : 05/12/2019 Revisi pertama tanggal : 12/02/2020 Diterima tanggal : 11/8/2020 Tersedia online tanggal : 29/9/2020 ABSTRAK Penelitian ini bertujuan menguji secara empiris mengenai pengaruh struktur kepemilikan institusional, free cash flow dan ukuran perusahaan terhadap kebijakan hutang. Free Cash Flow di ukur dengan proksi FCF yaitu arus kas operasi dikurangi pengeluaran modal dikurangi perubahan modal kerja lalu dibandingkan dengan total asset. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu seluruh perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan dibatasi pada perusahaan barang konsumsi serta industri dasar dan kimia yang mempublikasikan laporan keuangan periode 2010-2018. Jumlah perusahaan non- keuangan yang memenuhi kriteria penelitian adalah 221. Pengujian hipotesis menggunakan model regresi berganda (multiple regression). Hasil penelitian ini menunjukkan bshwa kepemilikan institusional berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kebijakan artinya kepemilikan institusional dapat menjadi mekanisme untuk mengurangi persoalan keagenan (agency cost). Free cash flow juga berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kebijakan hutang. Hal ini membuktikan bahwa semakin sedikit free cash flow yang dimiliki perusahaan dalam mendanai investasi perusahaan maka akan semakin besar perusahaan akan menggunakan kebijakan hutang dalam mendanai investasinya. Sedangkan ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap kebijakan hutang. Hal ini membuktikan bahwa semakin besar ukuran perusahaan tidak akan mempengaruhi stuktur modal dalam suatu perusahaan. Kata Kunci: Kepemilikan Institusional, Free Cash Flow, Ukuran Perusahaan, Kebijakan Hutang ABSTACT This study aims to empirically examine the effect of institutional ownership structure, free cash flow, and company size on debt policy. Free Cash Flow is measured by FCF proxy, which is operating cash flow minus capital expenditure minus changes in working capital and then compared to total assets. The population used in this study are all companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) and limited to consumer goods companies as well as primary and chemical industries that publish financial statements for the period 2010-2018. The number of non-financial companies that meet the research criteria is 221. Hypothesis testing uses multiple regression models (multiple regression). The results of this study indicate that institutional ownership has a negative and significant effect on policy, meaning that institutional ownership can be a mechanism to reduce agency costs. Free cash flow also has a negative and significant effect on debt policy; this proves that the less free cash flow a company has in funding a company's investment, the higher the company will use its debt policy to fund its investment. While the size of the company does not affect debt policy, this proves that the larger the size of the company will not affect the capital structure in a company. Key Words: Institutional Ownership, Free Cash Flow, Company Size, Debt Policy