JURNAL ILMIAH MAHASISWA PERTANIAN E-ISSN: 2614-6053 P-ISSN: 2615-2878 Volume 6, Nomor 4, November 2021 www.jim.unsyiah.ac.id/JFP Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian, Volume 6, Nomor 4, November 2021 501 Karakteristik Uji Organoleptik, Uji Mineral Kalsium dan Angka Kecukupan Gizi Bubur Bayi Berbasis Tepung Pisang Kepok Dan Tepung Kacang Hijau Nur Miyana 1 , Yanti Meldasari Lubis 1 , Santi Noviasari 1 * 1 Program Studi Teknologi Hasil pertanian , Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala *Corresponding author: santinoviasari@unsyiah.ac.id Abstrak. Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) merupakan makanan yang diberikan kepada bayi sebagai pendamping ASI. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui karakteristik bubur bayi berdasarkan sifat sensori dan mineral kalsium. Bubuk bubur bayi terbuat dari campuran tepung pisang kepok, tepung kacang hijau, susu bubuk skim dan minyak nabati. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan 3 perlakuan dan ulangan sebanyak 6 kali. Hasil penelitian menunjukkan semua bubur bayi memiliki nilai organoleptik yang sama baiknya dengan contoh baku dan kadar mineral kalsium yang lebih rendah dari SNI (01-7111.1-2005) yaitu P1 (30%:70%) 78,5 mg/100g P2 (50%:50%) 40,4 mg/100g dan P3 (70%:30%) 7,1 mg/100g. Kata kunci : bubur bayi, organoleptik, mineral kalsium, SNI. Abstract. Complementary Foods for Mother's Milk (MP-ASI) are foods that are given to infants as a companion to breast milk. The purpose of this study was to determine the characteristics of baby porridge based on the sensory and mineral properties of calcium. Baby porridge powder is made from a mixture of kepok banana flour, mung bean flour, skim milk powder and vegetable oil. This study used a completely randomized design with 3 treatments and 6 replications. The results showed that all baby porridge had the same good organoleptic value as the standard sample and the calcium mineral levels lower than SNI (01-7111.1-2005), namely P1 (30%:70%) 78.5 mg/100g P2 (50% :50%) 40.4 mg/100g and P3 (70%:30%) 7.1 mg/100g. Keywords: baby porridge, organoleptic, calcium mineral, SNI. PENDAHULUAN Konsumsi makanan dengan gizi beragam dan seimbang sangat penting untuk pertumbuhan bayi terutama berumur 0-24 bulan. Bayi yang berumur enam bulan ke atas memerlukan makanan pendamping ASI dikarenakan kandungan gizi ASI tidak lagi mencukupi kebutuhan gizinya. MP-ASI di Indonesia terstandarisasi SNI 01-7111.1 tahun 2005. Komoditas lokal yang memiliki potensi sebagai bahan baku dalam pembuatan bubur bayi diantaranya pisang kepok sebagai sumber karbohidrat dan kacang hijau sebagai sumber protein serta sumber mineral kalsium untuk memenuhi kebutuhan gizi dari bayi. Kalsium merupakan mineral yang dikandung oleh tubuh manusia sekitar 22 g kalsium per kg berat badan tanpa lemak. Sebanyak 99% kalsium terdapat dalam tulang dan gigi. Kalsium sering difortifikasi atau ditambahkan dalam bahan pangan. Berdasarkan hasil survei Departemen Kesehatan faktor yang mempengaruhi terjadinya gangguan tumbuh kembang bayi 6-24 bulan di Indonesia adalah rendahnya mutu MP-ASI dan ketidaksesuaian pola asuh yang diberikan sehingga kecukupan energi dan beberapa kandungan gizi mikro seperti kalsium belum terpenuhi. Kurangnya gizi anak usia 6-24 bulan dikarenakan adanya peningkatan kebutuhan gizi 24-30%. Sehingga, pada periode ini anak mulai diperkenalkan dengan MP-ASI dengan kepadatan mikronutrien yang tepat (Rahman dan Afe., 2018). Pada penelitian sebelumnya, MP-ASI bubur bayi berbahan baku kacang hijau menghasilkan aroma langu. Aroma ini berasal dari tepung kacang hijau yang mengandung lipoksigenase. Sehingga diperlukan pengujian organoleptik untuk mengetahui seberapa besar daya penerimaan bubur bayi terhadap konsumen serta adakah perbedaan di antara satu atau