Bina Darma Conference on Engineering Science http://conference.binadarma.ac.id/index.php/BDCES e-ISSN: 2686-5785 127 PENGUKURAN TINGKAT KELELAHAN KERJA MENTAL DENGAN MENGGUNAKAN METODE BOURDON WIERSMA (STUDI KASUS PT PERTAMINA PALEMBANG) M. Carlos Alfredo 1 , CH. Desi Kusmindari 2 Mahasiswa Universitas Bina Darma 1 , Dosen Universitas Bina Darma 2 Jalan Jenderal Ahmad Yani No. 12, Palembang Email : carlosalfredo15011997@gmail.com 1 , desi_christofora@binadarma.ac.id 2 Abstract In this era of globalization, work is something that is needed by humans. This need continues to increase as technological developments are increasing. This causes workers to experience fatigue. Jobs that do not prioritize work health and safety will cause a large workload to be borne both physically and mentally. The word "tired" has its own meaning for each individual and is subjective. Fatigue is a process that results in a decrease in well-being, capacity or performance as a result of work activities. then found things like; decrease in working speed. This study uses the Bourdon Wiersma method to measure the level of fatigue, where it can be concluded that for the speed level all operators are in the "Good Enough, and Enough" category. For the level of accuracy, 67% of operators are in the "Doubtful" category, and 33% of operators is in the "enough" category. Meanwhile, for the concentration level 83% of operators are in the "doubtful" category, and 17% of operators are in the "fair" category. Keywords: Bourdon Wiersma, Work fatigue, Work, Speed, Accuracy, Concentration. Abstrak Di-era globalisasi seperti sekarang ini pekerjaan merupakan sesuatu yang dibutuhkan oleh manusia. Kebutuhan tersebut terus bertambah seiring perkembangan teknologi yang semakin meningkat. Hal tersebut menyebabkan pekerja mengalami kelelahan, pekerjaan yang tidak mengutamakan kesehatan dan keselamatan kerja akan menyebabkan besarnya beban kerja yang ditanggung baik secara fisik maupun mental. Kata “lelah” memiliki arti tersendiri bagi setiap individu dan bersifat subjektif. Kelelahan adalah proses yang mengakibatkan penurunan kesejahteraan, kapasitas atau kinerja sebagai akibat dari aktivitas kerja, kemudian ditemukan hal seperti; penurunan kecepatan kerja. Penelitian ini mengunakan metode Bourdon Wiersma untuk mengukur tingkat kelelahan, dimana dapat disimpulka bahwa untuk tingkat kecepatan seluruh operator berada pada kategori “CukupBaik, dan Cukup” Untuk tingkat ketelitian, 67% operator berada pada kategori “Ragu -ragu”, dan 33% operator berada pada kategori “cukup”. Sedangkan untuk tingkat konsentrasi 83% operator berada pada kategori “Ragu-ragu, dan 17% operator pada kategori “cukup”. Kata Kunci: Bourdon Wiersma, Kelelahan kerja, Pekerjaan, Kecepatan, Ketelitian, Konsentrasi. 1. PENDAHULUAN Pekerjaan merupakan sesuatu yang dibutuhkan oleh manusia. “Kebutuhan tersebut terus bertambah seiring perkembangan teknologi yang semakin meningkat. Seseorang bekerja dikarenakan terdapat sesuatu yang ingin dicapai dan berharap yang dilakukan akan mengubah keadaan menjadi lebih baik dari sebelumnya” (Fatoni dkk., 2012). Pekerjaan yang tidak mengutamakan kesehatan dan keselamatan kerja akan menyebabkan besarnya beban kerja yang ditanggung baik secara fisik maupun mental. “Hal tersebut menyebabkan pekerja mengalami kelelahan dan akan mempengaruhi kinerja. Kelelahan kerja adalah gejala yang berhubungan dengan penurunan efisiensi kerja, keterampilan, kebosanan, serta peningkatan kecemasan. Kata “lelah” memiliki arti tersendiri bagi setiap individu dan bersifat subjektif. Kelelahan