47 JLBG JURNAL LINGKUNGAN DAN BENCANA GEOLOGI Journal of Environment and Geological Hazards ISSN: 2086-7794, e-ISSN: 2502-8804 Akreditasi KEMENRISTEKDIKTI: 21/E/KPT/2018 Tanggal 9 Juli 2018 e-mail: perpustakaan.pag@esdm.go.id - http://jlbg.geologi.esdm.go.id/index.php/jlbg Metode Geolistrik Konfgurasi Dipole-Dipole Untuk Penetapan Bidang Gelincir Gerakan Tanah di Jajaway, Palabuhanratu, Sukabumi Geoelectrical Method With Dipole-Dipole Confguration For Identifying The Landslide Slip Surface in Jajaway, Palabuhanratu, Sukabumi Shinta Kiky Rachmawati 1 , Yayat Sudradjat 2 , Lina Handayani 2 , Dadan Dani Wardhana 2 1 Fakultas Sains Institut Teknologi Sepuluh Nopember Jl. Raya ITS, Keputih, Kec. Sukolilo, Kota SBY, Jawa Timur, 60117, Indonesia 2 Pusat Penelitian Geoteknologi, LIPI Jl. Sangkuriang, Bandung, 40135, Indonesia e-mail: lina.handayani@gmail.com Naskah diterima 13 Januari 2020, selesai direvisi 20 April 2021, dan disetujui 30 April 2021 ABSTRAK Gerakan tanah di kompleks perkantoran Kabupaten Sukabumi di Jajaway, Palabuhanratu, terjadi di luar perkiraan dan perencanaan pembangunan sebelumnya. Untuk melihat kondisi dan luasan daerah gerakan tanah dan dalam usaha mengurangi resiko kerugian lebih besar, diperlukan identifkasi bidang gelincir gerakan tanah di kompleks tersebut. Bidang gelincir dicari berdasarkan model tahanan jenis yang diperoleh dari survei pengukuran geolistrik. Akuisisi data dilakukan pada 7 lintasan, dengan 6 lintasan berarah utara-selatan dan 1 lintasan berarah barat-timur. Metode akusisi yang digunakan adalah tahanan jenis multielektrode dengan konfgurasi dipole-dipole. Hasil penelitian membuktikan bahwa kondisi perlapisan batuan lepas tetapi lebih berat di atas lapisan lempung merupakan salah satu penyebab kejadian pergerakan tanah. Kejadian itu sangat terlokalisir karena kondisi seperti itu tidak ditemukan pada lintasan lainnya. Kata kunci: bidang gelincir, geolistrik, gerakan tanah, konfgurasi dipole-dipole, tahanan jenis ABSTRACT Ground movement in the Sukabumi Regency ofce complex (Jajaway, Palabuhanratu), occured unexpectedly. To reduce the potential risk, we need to identify the slip surface to detect the possibilities of more landslides. Resistivity model by the dipole-dipole geoelectrical method was applied to fnd the slip surface. Data acquisition was carried out in 7 lines: 6 north-south lines and 1 east-west line. The resistivity models present the distribution of resistivity below the surface. Above this clay layer, there is a higher resistivity layer, which is related to sandy tuf and breccia. The condition might cause the previous creeping type of ground movement. The type of layering is not found in the other lines. Therefore we do not expect a similar ground movement would occur in those lines. Keywords: dipole-dipole confguration, geoelectrical, landslide, resistivity, slip surface PENDAHULUAN Kompleks perkantoran pemerintah daerah Kabupaten Sukabumi di Jajaway dibangun di daerah bukaan baru di Palabuhanratu. Saat pem- bangunan masih berjalan, terjadi gerakan tanah di salah satu bagian yang masih berupa tanah kosong, sehingga tidak ada kerugian ataupun korban. Untuk mengantisipasi kejadian yang sama, diperlukan pengamatan kemungkinan ge- rakan tanah di daerah ini sebelum pembangunan gedung dilanjutkan. Gerakan tanah adalah proses berpindahnya atau bergeraknya tanah, batuan, campuran tanah dan batuan penyusun lereng menuruni lereng atau keluar lereng (Highland and Bobrowsky, 2008). Gerakan tanah sangat dipengaruhi