Paulus Civil Engineering Journal Volume 2 No.4, Desember 2020 E- Jurnal Teknik Sipil UKI-Paulus Makassar ISSN Online : xxxx xxxx http://ojs.ukipaulus.ac.id/index.php/pcej Pengaruh Waktu Suhu Pengecoran………………………. 249 Pengaruh Suhu Waktu Pengecoran Terhadap Kuat Tekan dan Tarik Beton Nita Bonita Rombe * 1 , Junus Mara * 2 , Desi Sandy * 3 , * 1 Mahasiswa Program Studi Teknik Sipil, Universitas Kristen Indonesia Paulus, Makassar Email nitabonitarombe@gmail.com * 2 Dosen Program Studi Teknik Sipil, Universitas Kristen Indonesia Paulus, Makassar, Email mara.junus@gmail.com * 3 Dosen Program Studi Teknik Sipil, Universitas Kristen Indonesia Paulus, Makassar, Email sandy.mylife@yahoo.co.id ABSTRAK Penelitian ini membahas tentang berapa besar pengaruh suhu waktu pengecoran terhadap kuat tekan dan tarik beton. Beton banyak digunakan dalam dunia konstruksi karena harga yang murah dan pelaksanaan yang mudah. Namun, diperlukan pengetahuan yang cukup luas mengenai sifat bahan dasar beton, cara pembuatan dan waktu pelaksanaan pengecoran di lapangan agar dapat meningkatkan fungsi beton secara maksimal. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui seberapa besar pengaruh suhu waktu pengecoran terhadap kuat tekan dan tarik belah beton yang optimal. Pada penelitian ini dibuat benda uji untuk campuran beton normal dengan kuat tekan rencana f’c = 30 Mpa, menggunakan silinder diameter 15 cm dan tinggi 30 cm sebanyak 36 buah. Pengecoran benda uji dilakukan dengan variasi suhu waktu pada pagi, siang, sore dan malam hari. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kuat tekan dan kuat tarik belah beton maksimum rata-rata sebesar 31,31 Mpa dan 2,64 Mpa pada suhu 23°C waktu pagi hari. Dari hasil penelitian secara umum, menunjukkan bahwa suhu waktu pengecoran tidak signifikan mempengaruhi kuat tekan dan tarik beton yang dihasilkan. Kata Kunci : Suhu, Kuat Tekan, Kuat Tarik ABSTRACT This study discusses how much influence the temperature of the casting time has on the compressive strength and tensile strength of concrete. The purpose of this study was to determine how much influence the temperature of the casting time has on the optimal compressive strength and tensile strength of concrete. The test specimen for normal concrete mixtures with a compressive strength plan of f'c = 30 Mpa, using a cylinder with a diameter of 15 cm and a height of 30 cm was 36 pieces. The casting of test objects is carried out with variations in time temperature in the morning, afternoon, evening, and night. The test results show that the maximum compressive strength and split tensile strength of concrete are 31.31 MPa and 2.64 MPa at 23 ° C in the morning. The temperature of the casting time does not significantly affect the compressive and tensile strength of the resulting concrete. Keywords: Temperature, Compressive Strength Test, Split Tensile Test PENDAHULUAN Perkembangan jumlah penduduk khususnya kota- kota besar di Indonesia diiringi oleh kebutuhan hunian. Demikian juga dengan pertumbuhan ekonomi memerlukan tempat-tempat usaha, tetapi dilain pihak lahan yang tersedia tidak pernah bertambah dan semakin sempit. Oleh sebab itu, di kota-kota besar pembangunan diarahkan keatas atau membangun keatas berupa bangunan bertingkat yang akan menghemat lahan yang tersedia tetapi menghasilkan ruang kerja yang lebih besar. Pembangunan gedung-gedung bertingkat memerlukan suatu kerangka konstruksi yang kuat dan stabil yang dibuat dari berbagai jenis bahan bangunan dan salah satunya adalah beton bertulang. Beton bertulang selain memerlukan besi tulangan, juga memerlukan bahan beton yang akan bersama-sama didalam memikul beban-beban yang bekerja. Salah satu materi didalam pembuatan beton yang berfungsi sebagai pengikat material adalah semen. Semen adalah bahan hidroscopis yaitu bahan yang akan mengeras dalam waktu tertentu apabila dicampur dengan air, Pengerasan ini akan mengakibatkan terjadinya pengikatan bahan didalam beton. Apabila dalam proses pengerasan air cepat keluar daricampuran karena tingginya suhu, maka pengerasan tidak akan sempurna dan akan menyebabkan turunnya mutuh beton. Dilain pihak, apabila masih ada air