Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan Available online at: Volume 14 No 1 Februari 2018 http://ejournal.stikesmuhgombong.ac.id/index.php/JIKK/index 30 PENGETAHUAN MASYARAKAT DESA SIDOHARUM KECAMATAN SEMPOR TENTANG ORAL ELEKTROLIT DALAM PENANGANAN DIARE Husnul Khuluq 1) , Eka Wuri Handayani 2) 1,2 Program Studi S1 Farmasi STIKES Muhammadiyah Gombong email: aleshaklinik@gmail.com Key word : diarrhea, , electrolyte, knowledge Abstract Diarrhea is still a public health problem in developing countries such as Indonesia, because of the high morbidity and mortality. In Indonesia, 60 million cases of diarrhea sufferers are found each year, 70-80% are experienced by children under 5 years (± 40 million incidents). The cause of infectious diarrhea is rotavirus infection which is common in children 6-24 months, with the highest incidence at the age of 9 to 12 months. OTC drugs are drugs that are not under the supervision of a doctor, drugs in this class can be traded freely, without a doctor's prescription and can be purchased at pharmacies, drug stores or stalls, for example cold medicines, diarrhea drugs, ulcer drugs and skin drugs. The use of over-the-counter drugs often occurs in the community and can cause problems such as inaccurate doses and errors in drug selection. This research is an observational research with descriptive method. This study was conducted involving 89 respondents. The results showed that there were still many people who did not understand about oral electrolytes in the treatment of diarrhea. PENDAHULUAN Penyakit diare masih merupakan masalah kesehatan masyarakat di negara berkembang seperti di Indonesia, karena morbiditas dan mortalitas-nya yang masih tinggi. Survei morbiditas yang dilakukan oleh Subdit Diare, Departemen Kesehatan dari tahun 2000 s/d 2010 terlihat kecenderungan insidens naik. Pada tahun 2000 IR penyakit Diare 301/ 1000 penduduk, tahun 2003 naik menjadi 374 /1000 penduduk, tahun 2006 naik menjadi 423 /1000 penduduk dan tahun 2010 menjadi 411/1000 penduduk. Kejadian Luar Biasa (KLB) diare juga masih sering terjadi, dengan CFR yang masih tinggi. Pada tahun 2008 terjadi KLB di 69 Kecamatan dengan jumlah kasus 8133 orang, kematian 239 orang (CFR 2,94%). Tahun 2009 terjadi KLB di 24 Kecamatan dengan jumlah kasus 5.756 orang, dengan kematian 100 orang (CFR 1,74%), sedangkan tahun 2010 terjadi KLB diare di 33 kecamatan dengan jumlah penderita 4204 dengan kematian 73 orang (CFR 1,74 %.)( Kemenkes, 2011). Di Indonesia, ditemukan 60 juta kejadian penderita diare setiap tahunnya, 70-80% dialami oleh anak-anak dibawah 5 tahun (± 40 juta kejadian) (Suraatmaja, 2007). Penyebab terjadinya diare infeksius adalah infeksi rotavirus yang banyak terjadi pada anak 6-24 bulan, dengan kejadian paling banyak pada umur 9 sampai 12 bulan (Salim et al, 2014). Jumlah kasus diare di Jawa Tengah pada tahun 2007 adalah sebanyak 2.978.985 penderita dengan Indeks Rata- rata (IR) 9,2%, sedangkan jumlah kasus diare pada balita yaitu sebanyak 339.733 penderita dengan indeks rata-rata 16,4%.Kasus diare pada balita masih tinggi dibanding golongan umur yang lainnya (Riskesdas Jateng, 2007).